Umumkan Ketentuan UMP 2026, Pemerintah Pertimbangkan Aspirasi Pekerja dan Keberlanjutan Industri

AKURAT.CO Pemerintah telah mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026, dengan mempertimbangkan aspirasi pekerja sekaligus keberlanjutan industri.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan Presiden Prabowo secara langsung mendengarkan masukan dari serikat pekerja dan buruh, sebelum menetapkan formula pengupahan yang kini menjadi acuan nasional.
"Perhatian Presiden Prabowo Subianto kepada buruh sangat luar biasa, mulai dari kenaikan 6,5 persen tahun lalu, penebalan manfaat JKP bagi korban PHK, kehadiran Presiden pada May Day, penyaluran BSU untuk 15 juta pekerja, hingga rumah subsidi lebih dari 200 ribu unit," kata Yassierli dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Baca Juga: Umumkan Ketentuan UMP 2026, Menaker: Tidak Ada Istilah Upah Turun
Dalam PP Pengupahan 2026, Presiden Prabowo menetapkan nilai alfa pada rentang 0,5 hingga 0,9. Angka tersebut jauh lebih besar dibanding ketentuan sebelumnya dan dinilai sebagai kebijakan progresif yang memberi ruang peningkatan upah lebih adil bagi pekerja di daerah.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan daya beli buruh, tetapi juga memastikan iklim usaha tetap sehat. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja dan dunia industri, agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Ketenagakerjaan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Dewan Pengupahan Daerah untuk memastikan kebijakan ini berjalan sesuai tujuan.
Baca Juga: Prediksi UMP 2026 Naik 4% di 38 Provinsi, Cek Daftar Lengkap dan Simulasinya
Pemerintah juga akan melakukan pendampingan dan monitoring, agar penetapan upah minimum provinsi (UMP) dan kabupaten/kota dapat dilakukan tepat waktu.
Yassierli menambahkan, kebijakan pengupahan tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Presiden Prabowo dalam memperkuat perlindungan dan kesejahteraan buruh, sebagai pilar penting pembangunan ekonomi nasional.
"Penyusunan PP ini juga merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Hukum, DEN, DPS, Kementerian Sekretariat Negara, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ini adalah kebijakan Presiden yang akan kita kawal dan laksanakan, dengan semangat buruh sejahtera dan industri tetap berkembang," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








