Basarnas Minta Penambahan Personel dalam Operasi SAR Bencana Sumatera

AKURAT.CO Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, mengungkapkan pihaknya membutuhkan tambahan jumlah personel SAR untuk penanganan operasi SAR, dalam bencana besar yang terjadi di tiga provinsi Sumatera.
"Dibutuhkan jumlah personel SAR yang lebih dari normal," kata Syafii, saat ditemui di Komplek Gedung DPR/MPR RI, Senin (1/12/2025).
Sebab, operasi SAR yang dilakukan Basarnas memiliki tantangan yang berbeda. Saat ini, yang hadapi adalah bencana banjir yang menimbulkan banjir lumpur, serta terjadinya longsor.
Baca Juga: DPR Tekankan Pentingnya Koordinasi Pemda–BNPB untuk Percepatan Bantuan Bencana
"Pada saat wilayah-wilayah yang apalagi ada wilayah yang terisolasi, personel SAR yang melaksanakan tugas dia akan berjalan dari satu titik menyusuri sampai sepanjang mana itu yang tidak bisa diprediksi. Di mana pada saat dia berjalan sambil melaksanakan tugas, tidak ada jeda harus diganti atau dia harus istirahat untuk makan," tambahnya.
Selain itu, masih terputusnya akses jalan juga menjadi hambatan tersendiri. Seyogyanya, Tim SAR dalam melaksanakan tugas bisa didukung logistik dan juga kebutuhan yang lain. Sehingga dalam operasi ini, pihaknya mengandalkan sarana udara.
"Tentunya dengan kondisi ini akhirnya ketergantungan dengan dukungan sarana udara, itu salah satunya. Sehingga tetap bahwa operasi ini memakan waktu yang lebih dan juga dengan biaya yang lebih juga Jadi beberapa kendala mungkin seperti itu," jelas dia.
Baca Juga: Penetapan Status Bencana Nasional untuk Banjir Bandang Sumatera Ada di Tangan Presiden
Dia menjelaskan, secara garis besar jumlah korban jiwa yang terevakuasi 33.620 jiwa dengan 33.173 jiwa yang selamat, 447 jiwa yang meninggal, dan 399 jiwa yang masih dalam pencarian.
Untuk personel SAR yang diturunkan sejumlah 465 orang dibantu dengan potensi SAR yang tergabung dari berbagai elemen seperti TNI dan Polri, yaitu 6.351 orang. "Maka total personel SAR yang terlibat dalam operasi SAR 6.816 orang," tuturnya.
Sedangkan untuk alat penunjang, Basarnas telah menyiapkan 3 unit helikopter, 10 unit drone, 3 unit kapal laut, 61 unit perahu karet, 26 unit rescue truk, 29 unit rescue car, dan 34 unit motor trail.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas
- 10KPK Geledah Kantor BPN Mojokerto, Cari Bukti Baru Kasus ATR/BPN








