DPR dan Pemerintah Komitmen Singkirkan Birokrasi yang Hambat Pelayanan Publik

AKURAT.CO Ketua DPR, Puan Maharani, menegaskan perlunya perubahan besar dalam budaya kerja birokrasi dan pelayanan publik di Indonesia. Sebab, masih ada pola pikir lama di kalangan aparatur yang justru mempersulit urusan rakyat, dan menekankan bahwa negara harus hadir untuk mempermudah, bukan memperumit.
Dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026, Puan menyampaikan bahwa DPR bersama pemerintah harus memiliki tekad kuat untuk menyingkirkan mentalitas birokrasi yang menghambat kemajuan bangsa.
"DPR RI bersama Pemerintah harus memiliki tekad yang kuat untuk memberantas budaya kerja yang menghambat pelayanan publik, terutama pola pikir lama yang masih melekat di sebagian aparatur: ‘kalau bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah?’ Sikap seperti ini tidak hanya menghambat kemajuan, tetapi juga menjauhkan negara dari rakyatnya," ujar Puan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Baca Juga: Wujudkan Reformasi Birokrasi, Sistem Gaji Tunggal ASN Harus Segera Diterapkan
Dia menegaskan, tugas negara bukanlah memperumit urusan rakyat, melainkan mempermudahnya. Untuk itu, Puan menyerukan agar seluruh aparatur pemerintahan melakukan perombakan cara berpikir dan bekerja, agar pelayanan publik menjadi lebih responsif dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
"Kita harus melakukan perombakan cara berpikir dan cara bekerja—bahwa tugas negara bukanlah memperumit urusan rakyat, melainkan mempermudahnya. Dalam setiap kebijakan dan tindakan, orientasi kita harus jelas: menghadirkan negara yang cepat melayani, bukan lambat beralasan; negara yang menolong, bukan menunda; negara yang mendengar, bukan mengabaikan," tegasnya.
Dia menekankan pentingnya seluruh fungsi DPR baik legislasi, pengawasan, maupun anggaran dijalankan dengan semangat keberpihakan kepada rakyat.
"Dengan semangat itu, marilah kita pastikan bahwa seluruh fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran benar-benar dijalankan untuk memperkuat keberpihakan negara kepada rakyat, sehingga kebijakan yang kita hasilkan tidak hanya mengatur, tetapi juga memberdayakan dan memuliakan kehidupan rakyat," tutup Puan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 4UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








