Kasus Raya Meninggal Dipenuhi Cacing, Bukti Negara Masih Lalai Soal Kesehatan Masyarakat

AKURAT.CO Kasus anak perempuan berusia 4 tahun di Sukabumi, bernama Raya, yang meninggal karena mengidap cacingan akut menandakan masih luputnya pemerintah atas permasalahan tersebut.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, mengatakan negara telah lalai terhadap hak masyarakat dalam mendapatkan kesehatan yang baik.
"Nyatanya masih luput, artinya negara melalaikan, negara enggak hadir di situ," kata dia ditemui di Gedung MPR/DPR, Rabu (20/8/2025).
Baca Juga: Mengenal Raya, Balita Viral TikTok yang Lawan Infeksi Ribuan Cacing di Tubuhnya
Menurutnya, unit kesehatan terdekat seharusnya bisa lebih memperhatikan warga yang membutuhkan penanganan medis. Dia pun menyesalkan, unit kesehatan setempat tidak mempermudah proses birokrasi agar pasien cepat tertangani.
"Ya seharusnya mendapat perhatian paling tidak dari unit kesehatan setempat atau terdekat. Itu ada di unit kesehatan paling kecil, mereka seharusnya melayani itu," tegasnya.
Diketahui, Raya meninggal dunia pada 22 Juli 2025 setelah tubuh mungilnya dipenuhi cacing gelang (Ascaris lumbricoides) yang bahkan menyebar hingga ke otak.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan kasus ini sebagai peringatan serius bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan pemerintah desa agar lebih tanggap terhadap persoalan warganya.
Baca Juga: Dedi Mulyadi (KDM) Tegur Pemkab Atas Kasus Balita di Sukabumi yang Tewas Dipenuhi Cacing
Peristiwa memilukan ini sekaligus memantik kritik terhadap fungsi layanan kesehatan dasar, seperti bidan desa, Posyandu, hingga Puskesmas, yang dinilai tidak berjalan optimal.
Dia mengaku, mengaku sudah terlalu sering menerima laporan masalah dari Sukabumi. Menurutnya, banyak persoalan warga yang seharusnya bisa ditangani langsung oleh pemerintah kabupaten atau desa, tetapi justru sampai ke tingkat gubernur.
"Ini warning bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan pemerintah desanya, karena kasus di Sukabumi terlalu banyak yang saya tangani," ujar Dedi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








