AKURAT.CO Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) resmi membuka kongres ke-XXII di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung.
Acara yang mengusung tema "Bersatu, Lawan Penjajahan Gaya Baru" itu dihadiri berbagai tokoh nasional, perwakilan organisasi mahasiswa Se-Indonesia, akademisi dan elemen masyarakat sipil.
Gedung Merdeka dipilih sebagai lokasi kongres karena nilai historisnya sebagai tempat Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955. Simbol perlawanan terhadap kolonialisme dan bentuk konkret solidaritas negara-negara dunia ketiga.
Kongres ini menjadi momentum strategis bagi GMNI untuk merumuskan sikap politik organisasi dalam menghadapi tantangan global dan menguatkan kembali semangat perjuangan Marhaenisme yang diwariskan Bung Karno.
Baca Juga: Mayoritas Cabang Boikot Kongres GMNI 28 Juni, Dinilai Hanya Langgengkan Kekuasaan Imanuel Cahyadi
"Ini mungkin momen spesial karena sudah lima tahun GMNI tidak melaksanakan kongres. Biasanya dua tahun sekali. Tapi hari ini, di Gedung Merdeka, tempat kemerdekaan dan keberanian dulu didengungkan lewat Konferensi Asia Afrika, kita kembali bersatu untuk melawan bentuk penjajahan gaya baru," ujar Ketua Umum GMNI, Imanuel Cahyadi, dalam sambutannya.
Dia juga mengapresiasi kehadiran tamu undangan dari sejumlah perwakilan kementerian seperti Kemenpora, Komdigi, Kementerian Koperasi serta tokoh-tokoh alumni GMNI, termasuk mantan Sekjen Presidium GMNI, Mas Cokro.
"Kita ucapkan terima kasih kepada semua yang hadir. Ini menjadi bukti bahwa perjuangan mahasiswa tetap relevan dan penting dalam menyelamatkan masa depan bangsa," kata Imanuel.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan meriah.
Baca Juga: Ihwal Syarat Batas Umur Capres-cawapres, GMNI: Berikan Hak Politik Warga Negara Secara Utuh
Pembawa acara mengarahkan seluruh tamu undangan untuk berdiri sebagai bentuk penghormatan saat kongres secara simbolis dibuka oleh tokoh senior GMNI, Suko Sudarsono.
"Dengan ini saya menyatakan bahwa Kongres GMNI yang ke-22 saya buka. Merdeka, merdeka," seru Suko disambut pekikan semangat para peserta.
Sebagai informasi, GMNI merupakan organisasi kemahasiswaan yang berdiri sejak 1954 dan dikenal sebagai gerakan yang mengusung ideologi Marhaenisme.
Dalam sejarahnya, GMNI aktif dalam dinamika politik dan sosial nasional dengan menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan.
Baca Juga: Tudingan Anak Menteri Monopoli Bisnis Lapas, GMNI: Rawan Hoaks di Tahun Politik
Kongres Nasional GMNI merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi dalam struktur organisasi.
Selain memilih kepemimpinan nasional yang baru, forum ini juga menjadi ajang konsolidasi ideologis dan penentuan arah perjuangan strategis.
Tema besar tahun ini mencerminkan kekhawatiran terhadap dominasi kekuatan asing dalam bidang ekonomi, budaya dan digitalisasi.
GMNI memandang pentingnya keberdaulatan bangsa di tengah ketimpangan global dan tekanan neoliberalisme yang kian kompleks.
Baca Juga: Alumni GMNI Diminta Perkuat Narasi Persatuan di Medsos
Kongres Ke-XXII GMNI dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan berbagai agenda, termasuk sidang pleno, diskusi panel dan pemilihan ketua umum.
Harapannya, kongres ini tidak hanya melahirkan pemimpin muda progresif tetapi juga memperkuat gerakan mahasiswa nasional dalam menjawab tantangan zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









