Peluncuran 10 Video Agama di Era Artificial Intelligence: Pandangan Baru Denny JA

AKURAT.CO Penulis buku dan pengamat sosial, Ahmad Gaus, meluncurkan 10 video yang mengadaptasi pemikiran Denny JA tentang agama di era Artificial Intelligence (AI).
Video-video ini, yang diambil dari buku berjudul Era Ketika Agama Menjadi Warisan Kultural Milik Bersama: Sembilan Pemikiran Denny JA soal Agama di Era Google, menawarkan perspektif baru dalam memahami agama, memadukan berbagai disiplin ilmu seperti Neuro Science, Positive Psychology, Arkeologi, dan data statistik.
Ahmad Gaus menjelaskan, video-video ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana agama dipersepsikan dan dipraktikkan di era modern, terutama dengan kemajuan teknologi seperti AI.
“Denny JA melihat agama bukan hanya sebagai dogma, tetapi juga sebagai warisan kultural yang harus dihargai dan dipahami dengan pendekatan yang lebih luas," kata Gaus dikutip Sabtu (3/8/2024).
Baca Juga: Mawaddah Ilona Anak Crazy Rich Viral Gelar Pernikahan Bak Pesta Rakyat, Apa Hukumnya Menurut Islam?
Ia menambahkan, dalam video tersebut, terdapat data menarik yang menunjukkan hubungan antara religiositas dan tingkat korupsi di berbagai negara.
“Di negara-negara seperti India, Indonesia, Thailand, dan Filipina, yang penduduknya sangat menganggap penting agama, tingkat korupsinya justru tinggi. Sebaliknya, negara-negara Skandinavia yang mayoritas penduduknya tidak menganggap agama penting memiliki tingkat korupsi rendah," ungkap Gaus.
Gaus juga membahas riset arkeologi mengenai kisah Nabi Musa dan Nabi Nuh yang diungkapkan dalam video.
“Riset tersebut menunjukkan bahwa eksodus Nabi Musa dan kisah banjir bandang Nabi Nuh tidak pernah terjadi dalam sejarah. Kisah-kisah ini lebih merupakan ajaran moral yang bertujuan untuk kesalehan perilaku," jelasnya.
Video-video ini juga menunjukkan bagaimana teknologi, khususnya AI, telah merambah aktivitas keagamaan.
“Kini, AI digunakan dalam berbagai tempat ibadah untuk memberikan khotbah, nasihat, dan menjawab pertanyaan umat," kata Gaus.
Baca Juga: Ramai Prediksi Waktu Kiamat, Apa yang Harus Dilakukan Seorang Muslim?
Contoh penerapan ini termasuk penggunaan AI di Gereja Protestan Paul Church, Kuil Kodai-ji Buddhist Temple di Jepang, dan Masjid Agung di Saudi Arabia.
Video-video ini mencakup berbagai tema penting, seperti Iman Berbasis Riset, Manusia Dengan Atau Tanpa Agama, Kitab Suci Di Abad 21, Moderasi Agama, Hijrah ke Era Demokrasi, Perebutan Tafsir Agama, Menggandeng Science dan Jalauddin Rumi, Spiritualitas Baru Abad 21, Agama Sebagai Warisan Kultural Milik Kita Bersama, dan Epilog.
Setiap tema dihadirkan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, membuatnya dapat diakses oleh berbagai kalangan.
Gaus menekankan bahwa pemikiran Denny JA berbeda dengan sekularis atau ateis.
“Denny JA tidak menolak agama, melainkan menyelaminya dan mengambil intisari yang bersifat universal tanpa mereduksi keunikan setiap agama. Ia percaya bahwa agama-agama adalah warisan kultural milik bersama umat manusia," ujarnya.
Menurut Gaus, pandangan ini merupakan kontribusi penting bagi perdamaian dunia, sejalan dengan gagasan Hans Kung tentang Dialog Agama dan Nurcholish Madjid tentang pluralisme agama.
Video-video ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dan memperkaya pemahaman tentang peran agama di era modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





