KPK Angkat Kearifan Lokal Antikorupsi Lewat Movie Day ACFFEST

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Roadshow Movie Day yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2024.
Guna mengajak masyarakat berpartisipasi dalam mengenalkan budaya antikorupsi lewat cara-cara kreatif, salah satunya melalui media film.
Dalam kegiatan yang diikuti oleh pelajar, mahasiswa, media dan komunitas film tersebut, Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Medio Venda, menyampaikan bahwa KPK secara khusus membawa tema untuk Movie Day di Kota Banda Aceh yaitu Keberagaman dan Peran Pemuda dalam Pemberantasan Korupsi.
"Kita membawa tema ini juga tidak terlepas dari Aceh yang terkenal dengan budaya Islam yang cukup kuat. Namun kita sadari bahwa ternyata ada keberagaman juga di Aceh, mulai dari keberagaman agama, keberagaman etnis, keberagaman latar belakang dan sebagainya," jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/6/2024).
Baca Juga: Tradisi Kearifan Lokal Mampu Dorong Moderasi Beragama dengan Kedepankan Toleransi
Menurut Medio, dengan keberagaman yang ada di sekitar menjadikan rasa saling menghargai antarsesama sangat penting.
Ia mengatakan bahwa diskriminasi dan ketidakadilan tidak boleh terjadi lagi.
Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya isu ini, pemuda dapat kritis untuk menyuarakan isu tersebut lewat cara-cara kreatif seperti pembuatan film.
Dalam kesempatan ini, Medio juga menyampaikan bahwa adanya ACFFEST yang saat ini sudah berjalan satu dekade menunjukkan bahwa film adalah salah media edukasi yang sangat efektif.
"Sampai saat ini ACFFEST ada selama 10 tahun karena kita melihat minat yang semakin tinggi. Bisa dilihat dari submission yang pernah mencapai 600 ide, bahkan di tahun 2023 mencapai 900. Antusiasme dalam insersi pendidikan masih tinggi," ujarnya.
Oleh karena itu, KPK di tahun 2024 ini ingin mengajak lebih banyak sineas lokal, khususnya di Aceh untuk berpartisipasi dalam menyebarkan nilai-nilai antikorupsi lewat karya film di ajang ACFFEST 2024.
Menurut Medio, kegiatan ini juga bisa menjadi kesempatan baik untuk mengedukasi masyarakat luas mengenai bahaya korupsi dan menyisipkan pesan berisi penanaman nilai antikorupsi.
Baca Juga: Berikan Pengarahan, Kajati Bali: Membangun Penegakan Hukum dengan Kearifan Lokal
"Melalui kompetisi ini kita berharap agar peserta tidak hanya menonjolkan nilai-nilai antikorupsinya saja. Dari isu-isu sosial yang diangkat harapannya dapat disisipkan nilai-nilai kearifan lokal, sehingga budaya lokalnya sendiri dapat dikenal secara luas," jelasnya.
Selain penyajian film, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan Sutradara Film Noktah Merah Perkawinan, Terlalu Tampan, Culas, Love For Sale, Eggnoid: Cinta & Portal Waktu, Sabrina Kalangie.
Dalam kesempatan ini, Sabrina memotivasi peserta, di mana jika memang ada semangat untuk membuat film maka cobalah untuk melakukan hal tersebut.
"ACFFEST ini memuat nilai antikorupsi. Dari sembilan nilai antikorupsi dapat pilih salah satu nilai lalu diangkat menjadi ide cerita. Intinya kalau punya ide jangan takut untuk mencoba submit. Justru di situ bisa melihat apa yang penting bagi kita, tapi orang lain belum tahu. Itu bisa jadi gebrakan untuk orang yang menonton hasil ide kalian. Dampaknya luas, jadi jangan ragu," terangnya.
Sabrina juga memberikan tips bagi para pemuda yang tertarik untuk mengikuti ACFFEST.
Menurutnya, dalam membuat film tidak harus dengan kru yang banyak, pilih kru yang memiliki satu visi.
Sedangkan untuk teknis pembuatan film, ia menyarankan agar dapat belajar secara online atau melihat video behind the scenes yang sering dibagikan melalui media sosial.
Selain Sabrina, hadir Erlina Marlinda, karakter utama Film Dokumenter Terbaik ACFFEST 2022 berjudul Elin.
Ia menyampaikan pengalamannya saat proses pembuatan film, aktivitas hariannya dan berbicara mengenai isu rekan-rekan marginal yang lantang menyuarakan tentang penyamaan dan pengakuan di tengah keterbatasan yang dimiliki.
Dalam kegiatan ini, turut hadir Inspektur Provinsi Aceh, Jamaluddin; Rektor UIN Ar Raniry, Mujiburrahman, beserta jajaran; Kepala Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah I, Piet Rusdi; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal; Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh, Marwan Nusuf; dan Kepala UPTD Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan Dinas Pendidikan Aceh, Azizah.
Banda Aceh merupakan kota kedua yang dikunjungi dalam roadshow Movie Day ACFFEST 2024.
Sebelumnya ACFFEST dibuka di Bandung pada 30 April 2024.
Rangkaian Movie Day sebelumnya diselenggarakan di Medan dan nantinya akan mengunjungi kota-kota besar lainnya seperti Makassar, Semarang, Malang, Kupang, Sumbawa, Palu, Singkawang dan Balikpapan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








