Harga Timah Global Naik, Bos TINS: Laba Januari 2026 Naik Lebih dari 100 Persen Target

AKURAT.CO PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) mengawali tahun 2026 menunjukan trend positif. Di tengah tren volatilitas harga komoditas timah global, emiten TINS justru berhasil mencatatkan lonjakan kinerja karena didorong tren harga yang bergerak naik.
Direktur Produksi dan Komersial TINS, Ilhamsyah Mahendra menyampaikan meski harga timah fluktuatif, arah pergerakan dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren naik. Kondisi ini berdampak langsung terhadap peningkatan penjualan, kinerja operasional, hingga laba bersih perusahaan pada Januari 2026.
“Dari sisi penjualan dan kinerja operasi, capaian Januari berada di atas target. Kenaikan harga komoditas juga mendorong pertumbuhan laba bersih yang tumbuh signifikan di Januari, di atas 100 persen dari yang kita rencanakan,” kata Ilhamsyah, Sabtu (28/2/2026).
Baca Juga: Wamen ESDM Ungkap Alasan Pemerintah Setop Ekspor Timah
Ilham berharap, pergerakan harga timah dunia diharapkan berada di kisaran USD45.000 hingga 48.000 per ton hingga kuartal I 2026 menjadi katalis utama penguatan kinerja. Meski harga diprediksi tetap akan bergerak naik turun, momentum positif ini dinilai perlu dimaksimalkan.
Ilhamsyah menjelaskan, penguatan harga timah tidak terlepas dari faktor fundamental global. Permintaan dari sektor teknologi seperti artificial intelligence (AI), semikonduktor, dan pembangunan data center meningkat pesat dalam dua tahun terakhir.
"Dari sisi supply juga tidak ada pertumbuhan yang pesat atau signifikan. Jadi defisit demand-nya tumbuh cukup pesat, sedangkan supply agak stagnan. Nah, ini membuat salah satu key drivers bahwa harga tumbuh cukup signifikan," ujarnya.
Situasi ini menjadi satu pendorong utama harga timah naik signifikan di pasar global, sekaligus mendorong kinerja produsen timah seperti PT Timah.
Tahun 2026, PT Timah menargetkan untuk memproduksi 30.000 metrik ton, namun Ilham membeberkan perusahaan akan melakukan langkah agresif dengan melakukan berbagai inisiatif strategi seperti mulai dari optimalisasi teknologi, peningkatan efisiensi, hingga penguatan kolaborasi internal dan eksternal.
"Kita cukup optimis karena selain tren harga yang positif, konsolidasi internal dan juga komunikasi dengan stakeholders, utamanya dari sisi regulasi ini jauh lebih baik, sehingga semua sisi mensupport kinerja operasional PT Timah," ucap Ilhamsyah.
Dengan kombinasi tren harga yang positif, strategi operasional yang lebih agresif, serta dukungan regulasi yang semakin membaik, PT Timah optimistis 2026 akan menjadi tahun yang kuat bagi perseroan. "Ini yang membuat kita confidence memandang 2026 ini jadi tahun yang akan cukup baik untuk kami," tutur Ilhamsyah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









