Akurat Logo

Resmi Merger, PT Summit Oto Finance Lebur PT Oto Multiartha

Ratu Tiara | 18 September 2026, 19:52 WIB
Resmi Merger, PT Summit Oto Finance Lebur PT Oto Multiartha
PT Summit Oto Finance (SOF) dan PT Oto Multiartha (OTO) resmi melakukan penggabungan usaha (merger).

AKURAT.CO PT Summit Oto Finance (SOF) dan PT Oto Multiartha (OTO) resmi melakukan penggabungan usaha (merger). Kesepakatan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 September 2026 dan telah mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam skema penggabungan ini, SOF bertindak sebagai entitas penerima merger, sedangkan OTO resmi melebur. Seluruh hak dan kewajiban OTO dialihkan sepenuhnya kepada SOF.

Baca Juga: Merger Maskapai BUMN, Garuda Group Disiapkan Jadi Holding dan Kuasai Pasar

Sebagai bagian dari transaksi, SOF menerbitkan 9.934 saham baru senilai Rp9,934 miliar yang seluruhnya diambil oleh PT Sinar Mas Multiartha (SMMA). Langkah ini dilakukan guna mematuhi batas maksimal kepemilikan asing sebesar 85% sesuai POJK 47/2020.

Sebelum merger efektif, SOF yang dipimpin Victoria Rusna telah mencatatkan lonjakan kinerja signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, SOF berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 300,46 miliar pada semester I-2026, dimana nilainya tumbuh signifikan sebesar 206,81% jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 97,93 miliar.

Baca Juga: Merger BPR Belum Usai, Lebih dari 200 Bank Masih Antre Konsolidasi

Sementara itu, nilai aset, ekuitas, dan liabilitas SOF mengalami pertumbuhan pada semester I-2026.

Secara rinci, SOF membukukan total aset sebesar Rp 19,28 triliun pada Semester I-2026, dimana nilainya bertumbuh 16,28% jika dibandingkan pencapaian akhir 2025 yang sebesar Rp 16,58 triliun. Jumlah ekuitas SOF tercatat sebesar Rp 3,83 triliun pada Semester I-2026, dimana nilainya tumbuh 14,67% jika dibandingkan pencapaian pada akhir 2025 yang sebesar Rp 3,34 triliun. Dan senada dengan hal tersebut, liabilitas SOF juga tercatat tumbuh 16,69% dari Rp 13,24 triliun per akhir 2025 menjadi sebesar Rp 15,45 triliun pada Semester I-2026.

Untuk rasio Non Performing Financing SOF tercatat sebesar 0,27% pada Semester I-2026, membaik signifikan bila dibandingkan dengan 0,52% pada akhir tahun 2025 berdasarkan laporan keuangan SOF, dengan demikian ekspansi bisnis SOF juga diikuti dengan peningkatan kualitas portofolio SOF.

Adapun merger ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional dan kondisi keuangan SOF melalui peningkatan sinergi usaha.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
Reporter
Ratu Tiara
R