Seribu Lebih Reklame Liar Bertebaran di Kalimalang, Diduga Tanpa Izin dan Tidak Bayar Pajak

AKURAT.CO Keberadaan reklame liar kembali menyita perhatian publik.
Di sepanjang Jalan KH. Noer Alie, atau yang lebih dikenal sebagai jalur Kalimalang, kini dipenuhi papan reklame yang disinyalir tidak mengantongi izin resmi.
Sorotan tajam pun datang dari berbagai kalangan, termasuk DPRD Kota Bekasi.
Baca Juga: Tak Mau Dijodohkan, Pria ini Cari Calon Istri Lewat Papan Reklame
Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, mengatakan, reklame baru milik perusahaan ASOKA di kawasan Caman diduga kuat tidak memiliki izin.
"Itu di atas tol, di depan yayasan dan sekolah dan tidak ada izin dari pengelola tol maupun Pemkot Bekasi. Tapi tetap berdiri, ini aneh," ujarnya kepada wartawan, Senin (4/8/2025).
Menurut Arif, kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Pasalnya, terdapat seribu lebih reklame yang berdiri di Kota Bekasi tetapi tidak berizin.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Lakukan Penataan Reklame Agar Memiliki Unsur Estetika
"Ini jelas tidak berkontribusi terhadap PAD kita. Kami mendorong Wali Kota Bekasi segera menuntaskan persoalan ini," jelasnya.
Dengan semangat pemerintahan baru, Komisi III DPRD Kota Bekasi berharap pemerintah kota mampu bergerak cepat dan tegas membereskan masalah yang telah lama dikeluhkan ini.
"Jangan sampai PAD bocor karena pembiaran reklame liar," kata Arif.
Baca Juga: Dianggap Promosikan Homoseksual, Papan Reklame Jungkook BTS di Pakistan Disingkirkan
Terpisah, Sekretaris Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, memastikan langkah penertiban reklame liar tengah disiapkan secara serius.
"Pekan ini kita rapat persiapan penertiban secara masif. Koordinasi sudah dilakukan bersama Bapenda, DPMPTSP serta pihak kecamatan," ujarnya.
Data Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi mengungkap fakta mencengangkan.
Baca Juga: Bikin Tercengang! Kucing Raksasa 3 Dimensi Tampak Mencuat dari Papan Reklame Terbesar di Tokyo
Dari 1.788 reklame yang berdiri, hanya 700 yang memiliki PBG. Artinya, lebih dari seribu reklame beroperasi tanpa izin resmi.
"Kita jalankan instruksi dari wali kota. Penertiban ini penting supaya tidak ada lagi reklame ilegal yang tidak menyumbang pada Pendapatan Asli Daerah," jelas Idi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 2Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 5Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 6Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 7Blue Bird Cetak Laba Rp474 Miliar, Salah Satunya Ditopang oleh Keuntungan Penjualan Armada yang Melonjak
- 8Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Barcelona vs Aston Villa, MU vs AS Roma
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








