Banjir Datang, Prabowo Turun! Warga Babelan Bekasi Curhat: Dua Minggu, Dua Kali Kena Rendam

AKURAT.CO Banjir yang tak kunjung surut membuat warga Kampung Tambun Inpres, Desa Buni Bakti, Babelan, Bekasi, mengeluhkan kondisi mereka kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dalam dua minggu terakhir, rumah mereka sudah dua kali terendam, dengan ketinggian air yang terus meningkat.
Sabtu sore, Presiden Prabowo langsung turun ke lokasi, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ia menyusuri jalanan yang masih tergenang air, mengetuk pintu-pintu rumah, dan duduk bersama warga di teras untuk mendengar keluhan mereka secara langsung.
Salah satu warga, Nurhayati, mengungkapkan betapa parahnya banjir kali ini.
“Waktu pertama kali banjir, air masih sedengkul. Eh, yang terakhir malah sepinggang!” keluhnya kepada Presiden, Sabtu (8/3/2025).
Baca Juga: Prabowo Prihatin Atas Banjir Jabodetabek: Pemerintah Akan Terus Hadir untuk Masyarakat
Tak hanya mendengar, Prabowo langsung bertindak.
Ia menelepon sejumlah pejabat terkait untuk segera mengirim bantuan dan mempercepat perbaikan infrastruktur yang terdampak, termasuk renovasi SDN 04 Babelan yang ikut terendam banjir.
Sore itu, Prabowo tak sekadar meninjau—ia juga berbuka puasa bersama warga di teras rumah mereka.
Dengan suasana sederhana, ia berbincang santai, mendengar lebih banyak cerita, dan memastikan pemerintah hadir di tengah musibah ini.
Selepas menyusuri pemukiman yang masih tergenang air dan menyerahkan bantuan bagi korban banjir, Presiden Prabowo meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.28 WIB.
"Terharu banget, Bapak Presiden mau mampir ke rumah kami. Semoga ada solusi terbaik dari beliau," ujar Nurhayati usai pertemuan itu.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa hujan deras masih berpotensi mengguyur wilayah Jabodetabek hingga 11 Februari.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tinjau dan Berbuka Puasa Bersama Warga Terdampak Banjir di Bekasi
Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, menyebut intensitas hujan sebelumnya mencapai 232 milimeter dalam sehari, angka yang cukup untuk memicu banjir besar.
“Modifikasi cuaca sedang kami lakukan, bukan untuk menghentikan hujan, tapi mengurangi intensitasnya. Mohon doa agar mitigasi berjalan baik dan tidak ada korban jiwa,” katanya.
Pemerintah berkomitmen terus memantau kondisi warga, menyalurkan bantuan, dan mempercepat langkah-langkah pencegahan agar banjir ini tidak terus berulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







