Akurat Logo

Ekonom Ungkap PR Dradjad Wibowo Sebagai Wamenko Perekonomian

Esha Tri Wahyuni | 1 Oktober 2026, 16:32 WIB
Ekonom Ungkap PR Dradjad Wibowo Sebagai Wamenko Perekonomian
Dradjad Hari Wibowo dilantik Presiden Prabowo menjadi Wamenko Perekonomian

AKURAT.CO Pelantikan Dradjad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dinilai perlu diikuti dengan penguatan arah kebijakan ekonomi, terutama dalam mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti mengatakan, salah satu pekerjaan penting yang perlu diperhatikan adalah kualitas belanja pemerintah.

Menurut dia, penguatan fiskal perlu didukung dengan porsi belanja modal yang lebih besar dibandingkan belanja rutin. "Kalau ingin fiskal menguat maka alokasi belanja modal harus lebih besar daripada belanja rutin," kata Esther kepada Akurat.co, Kamis (1/10/2026).

Baca Juga: Drajat Hari Wibowo Dilantik Jadi Wamenko Perekonomian, Ekonom Soroti Tantangan Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Menurut Esther, peningkatan belanja modal diperlukan agar anggaran pemerintah tidak hanya menopang aktivitas konsumsi, tetapi juga menciptakan kapasitas ekonomi baru.

Belanja yang diarahkan untuk kegiatan produktif diharapkan dapat mendorong investasi dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, Esther menilai pemerintah perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap program-program yang mampu meningkatkan investasi dan ekspor. "Prioritas program untuk dorong investasi dan ekspor," ujarnya.

Esther mengatakan arah tersebut penting karena pertumbuhan ekonomi yang terlalu bertumpu pada konsumsi memiliki keterbatasan untuk dipertahankan dalam jangka panjang.

Konsumsi memang dapat memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi, tetapi perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi. "Kurangi program konsumsi," kata Esther.

Menurut Esther, pemerintah perlu menggeser sebagian fokus kebijakan dari sekadar mendorong permintaan menuju penguatan sisi produksi.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dari meningkatnya konsumsi masyarakat, tetapi juga ditopang oleh investasi, ekspor, serta peningkatan kapasitas produksi nasional. "Pertumbuhan ekonomi yang didorong konsumsi tidak berlangsung lama," ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.