Akurat Logo

Rupiah Sudah Melemah ke Rp17.966, Masih Efektifkah BI Rate 5,75 Persen?

Esha Tri Wahyuni | 1 Oktober 2026, 16:25 WIB
Rupiah Sudah Melemah ke Rp17.966, Masih Efektifkah BI Rate 5,75 Persen?
Ilustrasi rupiah melemah atas dolar AS

AKURAT.CO Rupiah kembali bergejolak meski Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%.

Mata uang Garuda terus melemah bahkan sempat menembus level psikologis Rp18.010 per USD pada perdagangan 29 September 2026 yang lalu, menjadi level terlemah sejak awal Agustus 2026.

Terkini, rupiah melemah 72 poin (0,40%) ke Rp17.966 pada perdagangan Kamis (1/10/2026) usai ditekan sejumlah sentimen eksternal dan internal.

Baca Juga: BI Rate Ditahan di 5,75 Persen, Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.810-Rp17.860

Tekanan tersebut terjadi ketika imbal hasil US Treasury 10 tahun meningkat hingga sekitar 5,27% dan harga minyak dunia ikut menguat, sehingga mendorong permintaan terhadap dolar AS.

Dari domestik, data perekonomian juga tak begitu baik. Misalnya inflasi September 2026 yang terkerek ke 3,28% yoy, meningkat dari 3,19% yoy pada Agustus 2026.

Kondisi tersebut membawa satu pertanyaan penting: seberapa efektif BI Rate 5,75% dalam menjaga rupiah jika tekanan terhadap mata uang justru berasal dari luar negeri?

Pertanyaan ini menjadi semakin relevan karena BI sebenarnya telah melakukan pengetatan kebijakan pada paruh pertama 2026. BI Rate yang berada di 4,75% pada April dinaikkan menjadi 5,25% pada Mei, kemudian 5,50% pada 9 Juni dan kembali menjadi 5,75% pada 18 Juni.

Setelah itu, BI mempertahankan BI Rate 5,75% dalam rapat kebijakan Juli, Agustus hingga September. Keputusan terakhir diambil dalam Rapat Dewan Gubernur pada 22-23 September 2026.

Dengan demikian, dalam waktu kurang dari dua bulan, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin.

Namun, kenaikan tersebut belum mampu membuat rupiah kembali stabil sepenuhnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.