BI Soroti Investasi Swasta di Tengah Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terjaga, tetapi penguatan sumber pertumbuhan perlu terus dilakukan. Salah satu perhatian BI adalah meningkatkan peran investasi swasta, di tengah investasi pemerintah yang masih menjadi penopang pertumbuhan.
Gubernur BI, Destry Damayanti mengatakan, konsumsi rumah tangga tetap terjaga seiring dukungan berbagai stimulus fiskal pemerintah. Selain itu, keyakinan konsumen dan ekspektasi terhadap pendapatan juga mulai menguat.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga baik dan perlu terus didorong dengan mengoptimalkan berbagai sumber pertumbuhan ekonomi," kata Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurut Destry, investasi juga masih tumbuh baik. Namun, pertumbuhan tersebut terutama ditopang investasi pemerintah, sedangkan kontribusi investasi swasta masih perlu ditingkatkan.
Baca Juga: Caplok Asuransi Etiqa, Maybank Indonesia Mulai Beroperasi sebagai Grup Keuangan Terintegrasi
"Investasi juga tetap tumbuh baik terutama ditopang oleh investasi pemerintah di tengah peran investasi swasta yang perlu terus ditingkatkan," ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pertumbuhan ekonomi nasional masih berada dalam fase yang membutuhkan penguatan sumber pertumbuhan dari sisi domestik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29% secara tahunan atau year on year (yoy).
Pada periode yang sama, konsumsi pemerintah tumbuh 15,97% yoy dan menjadi komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi.
BI menilai stimulus pemerintah masih berperan dalam menjaga konsumsi masyarakat. Namun, untuk menjaga pertumbuhan yang lebih kuat dan berdaya tahan, penguatan investasi swasta menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Dari sisi eksternal, BI juga mencatat kinerja ekspor nonmigas meningkat sejalan dengan naiknya permintaan dari sejumlah negara. Meski demikian, BI menilai manfaat dari kenaikan harga komoditas ekspor masih perlu dioptimalkan.
"Ke depan, pertumbuhan ekonomi diprakirakan tetap baik, didukung implementasi berbagai program stimulus pemerintah, keyakinan pelaku ekonomi yang membaik, serta optimalisasi berbagai sumber pertumbuhan ekonomi," kata Destry.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Tiga Laga Menanti di Grup A
- 9Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sebanyak 209,78 Hektare Masih Proses Pemadaman
- 10Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas








