Perdagangan Domestik Jadi Andalan, Kadin Bidik Ekonomi 8%

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti peran strategis perdagangan antarprovinsi sebagai fondasi baru untuk mendorong target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8% dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perdagangan.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan stabilitas distribusi barang antarwilayah menjadi krusial di tengah tekanan global dan fluktuasi nilai tukar. Ia menyebut Indonesia memiliki keunggulan struktural dengan 38 provinsi yang memiliki karakteristik produksi berbeda.
“Pertama, bagaimana perdagangan dalam negeri supaya juga ada stabilitas. 38 provinsi bisa berdagang satu sama lain karena tidak semuanya menghasilkan hal yang sama. Jadi ini bisa menjadi ketahanan ekonomi sendiri,” ujar Anindya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (3/5/2026).
Baca Juga: Kadin Ungkap 3 Sektor Ini Paling Pede di Tengah Tekanan Global
Selain perdagangan domestik, Kadin mencatat investasi pada kuartal I 2026 telah mencapai Rp500 triliun. Angka ini menjadi sinyal kuat pemulihan sekaligus akselerasi aktivitas ekonomi.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, capaian tersebut mencerminkan tren peningkatan realisasi investasi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Anindya menekankan bahwa struktur investasi di Indonesia didominasi skala menengah, yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi daerah.
“Dan yang terakhir juga investasi. Kita mengetahui investasi di kuartal satu tumbuh pesat Rp500 triliun dan ternyata memang rata-rata investasi itu adalah Rp1 miliar yang artinya teman-teman di daerah bisa terus terinspirasi dan melakukan investasi agar supaya terjadi pertumbuhan ekonomi. Saya rasa ini adalah yang sangat penting karena ujung-ujungnya adalah perdagangan. Kita berinvestasi untuk bisa berdagang, itu tentu akan menghasilkan kekuatan lainnya seperti konsumsi domestik,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menegaskan pentingnya konsolidasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga momentum ekspor dan memperkuat pasar domestik. Ia menyebut sinergi lintas sektor menjadi kunci menghadapi ketidakpastian global.
“Jadi hari ini Rakornas bidang perdagangan ya. Jadi kita terus kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, dalam hal ini Kadin dan seluruh asosiasi. Pertama, bagaimana ekspor kita terus meningkat ya dari beberapa komoditas, dan juga bagaimana pasar dalam negeri tetap terus tumbuh,” kata Budi.
Dirinya menambahkan, jaringan Kadin hingga tingkat daerah akan dioptimalkan untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Jadi kita banyak program yang nanti bisa kita sinergikan baik dengan Kadin pusat maupun dengan Kadin provinsi dan juga kabupaten kota ya. Jadi bareng-bareng kita tingkatkan ekspor kita, kita tingkatkan daya saing kita, dan tentu pasar di dalam negeri supaya terus tumbuh dengan harapan yang kita inginkan bersama,” lanjutnya.
Baca Juga: Kadin Ungkap 3 Sektor Ini Paling Pede di Tengah Tekanan Global
Penguatan perdagangan domestik menjadi isu strategis dalam beberapa tahun terakhir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan porsi di atas 50%.
Namun, disparitas distribusi antarwilayah masih menjadi tantangan utama, terutama terkait logistik dan konektivitas.
Sejak periode pascapandemi COVID-19, pemerintah mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri dan diversifikasi pasar ekspor. Langkah ini diperkuat dengan pembukaan akses perdagangan ke sejumlah kawasan seperti Uni Eropa, Eurasia, hingga Amerika Utara.
Dalam konteks global, tekanan ekonomi masih terjadi akibat ketidakpastian geopolitik dan kebijakan suku bunga tinggi di negara maju, yang berdampak pada nilai tukar dan arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
Penguatan perdagangan antarprovinsi dinilai dapat menekan ketergantungan terhadap impor sekaligus menjaga stabilitas harga barang di dalam negeri.
Realisasi investasi Rp500 triliun pada kuartal I 2026 berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya beli masyarakat. Efek lanjutan dari aktivitas investasi ini juga berkontribusi pada peningkatan konsumsi domestik, yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi.
Kadin bersama pemerintah akan menindaklanjuti hasil Rakornas melalui program konkret di tiga pilar utama, yakni penguatan pasar domestik, ekspansi ekspor, serta transformasi perdagangan berbasis digital dan investasi hijau.
Optimalisasi perdagangan antarprovinsi diproyeksikan menjadi strategi jangka menengah untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional, sekaligus mengurangi dampak gejolak global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







