China Batasi Ekspor Rare Earth, Jepang Hitung Risiko ke Industri Pertahanan

AKURAT.CO Pemerintah Jepang tengah mengkaji dampak pembatasan ekspor barang berkemampuan ganda (dual-use) yang diberlakukan China terhadap ketahanan industri pertahanan nasional.
Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi menegaskan, Tokyo tidak menutup kemungkinan mengambil langkah balasan setelah evaluasi menyeluruh dilakukan.
Pembatasan yang diumumkan Beijing mencakup lebih dari 800 jenis barang, termasuk logam tanah jarang (rare earths), material krusial bagi pengembangan teknologi pertahanan modern.
Namun Koizumi menyebut, pemerintah Jepang masih memerlukan waktu untuk menilai cakupan dan implikasi kebijakan tersebut.
Baca Juga: AS Kumpulkan G-7 Bahas Rare Earth, China Kembali Jadi Sorotan
“Masih banyak aspek yang belum jelas. Setelah analisis mendalam, kami akan oleh karena itu kami sedang mempertimbangkan respons yang diperlukan,” ujar Koizumi dikutip dari laman reuters.
Tentunya langkah China tersebut memicu kekhawatiran global terkait potensi gangguan rantai pasok mineral kritis. Rare earth memiliki peran vital dalam produksi kendaraan listrik, perangkat elektronik, hingga sistem persenjataan presisi.
Sebab dominasi China dalam sektor ini dinilai memberi Beijing leverage strategis dalam hubungan dagang dan geopolitik.
Baca Juga: Khittah Logam Tanah Jarang dan Transformasi Teknokrat Santri
Isu kerentanan rantai pasok mineral strategis juga menjadi agenda utama pertemuan Menteri Keuangan G-7 di Washington. Para pejabat sepakat perlunya diversifikasi sumber pasokan guna mengurangi ketergantungan pada satu negara.
Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, Jepang menilai stabilitas rantai pasok sebagai bagian dari keamanan nasional.
Pemerintah Tokyo menegaskan akan terus berkoordinasi dengan negara mitra untuk menjaga keberlanjutan industri strategis di tengah dinamika geopolitik Asia Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








