Cak Imin Targetkan Anggaran Pemberdayaan Masyarakat Capai Rp1.000 Triliun di 2026

AKURAT.CO Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, berharap anggaran untuk pemberdayaan masyarakat dapat meningkat signifikan hingga mencapai Rp1.000 triliun pada tahun 2026.
Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin, menegaskan, pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan bukan sekadar program pemerintah, melainkan kewajiban konstitusional negara.
Menurutnya, selama ini pemerintah pusat, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah terus bersinergi untuk memastikan pemberdayaan masyarakat berjalan maksimal, meski dengan keterbatasan anggaran yang ada.
“Hari ini anggaran kita sebesar Rp508 triliun. Idealnya, dengan efisiensi dan perubahan orientasi, serta menggeser bansos-bansos yang tidak tepat sasaran, tahun kedua ini kita bisa mencapai Rp1.000 triliun untuk program pemberdayaan masyarakat,” ujar Cak Imin dalam acara “Satu Tahun Pemberdayaan Masyarakat: Langkah Awal Transformasi Bangsa” di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Cak Imin menyampaikan, selama satu tahun terakhir pemerintah berhasil mengurai berbagai hambatan strukturaldalam pelaksanaan program pemberdayaan.
Ia memaparkan bahwa 8,4 juta keluarga miskin dan rentan miskin telah menerima perlindungan sosial langsung.
Selain itu, 1,3 juta keluarga miskin mendapatkan BLT, dan lebih dari 96 juta masyarakat kini telah menikmati layanan berobat gratis melalui BPJS Kesehatan.
“Sekarang tidak ada lagi alasan orang miskin tidak boleh berobat. Negara hadir. Sebanyak 96 juta masyarakat sudah dijamin kesehatannya oleh pemerintah,” tegasnya.
Selain perlindungan sosial, pemerintah juga memperluas berbagai program ekonomi kerakyatan. Sebanyak 3,7 juta pedagang kecil, warung, dan pelaku usaha rintisan mendapat dukungan pembiayaan dan pembinaan dari pemerintah.
Cak Imin juga menyoroti keberhasilan program pendidikan dan ketenagakerjaan, di mana 15 ribu anak putus sekolah berhasil kembali mengenyam pendidikan melalui Sekolah Rakyat, serta 625 ribu masyarakat memperoleh lapangan kerja baru dari ekosistem Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ini bukti bahwa pemberdayaan masyarakat bukan sekadar slogan. Ini adalah kerja nyata negara untuk memastikan setiap rakyat mendapat kesempatan hidup yang lebih baik,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia








