Akurat

Sambut Rencana Menkeu Turunkan Cukai Rokok, Misbakhun: Sudah Saatnya

Hefriday | 25 September 2025, 10:10 WIB
Sambut Rencana Menkeu Turunkan Cukai Rokok, Misbakhun: Sudah Saatnya

AKURAT.CO Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan tarif cukai hasil tembakau tinggi yang membuat Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa terkejut. 

Menkeupun berencana akan menurunkan cukai pajak untuk rokok. Hal ini menimbulkan berbagai respons, salah satunya dari Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun yang menyambut hangat potensi kebijakan penurunan tarif cukai rokok oleh Menteri Keuangan (Menkeu) baru, Purbaya.
 
Misbakhun bahkan menyebut langkah ini sebagai 'proklamasi kedua bagi industri rokok Indonesia. Misbakhun juga memberikan penilaian tinggi terhadap kompetensi Purbaya, memberinya skor 9,9 dari 10.
 
 
​"Saya kenal Pak Purbaya lama. Dia mempunyai kompetensi sebagai seorang akademisi, sebagai seorang ilmuwan. Dia sangat memahami, dia lama memperdalam soal riset ekonomi dan dia bukan orang yang baru tahu soal persoalan ekonomi makro. Dia tahu, kebetulan dia sudah ahlinya," ujar Misbakhun dalam program diskusi Hotroom sebuah kanal YouTube, dikutip Kamis (25/9/2025). 
 
Dirinya menambahkan, pilihan Presiden Prabowo untuk Purbaya sudah sangat tepat. Menurut Misbakhun, penurunan cukai rokok ini krusial untuk mencegah dampak yang lebih luas, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sudah mulai tampak di industri. 
 
Penurunan tarif ini akan membuka ruang baru bagi golongan rokok masyarakat di bawah agar tidak beralih ke rokok ilegal. Misbakhun juga yakin, dengan langkah ini akan menumbuhkan industri-industri kecil, menengah, hingga besar.
 
​"Saatnya pemerintah menurunkan tarif cukai rokok, sebab tarif yang selama ini diterapkan sudah mempunyai excess, sudah bersifat eksesif karena apa? Industri sudah mengalami tekanan," tukas Misbakhun. 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa