Akurat

Emas dan Tarif PAM Naik, Inflasi Tekan Biaya Hidup Masyarakat

Demi Ermansyah | 1 Agustus 2025, 17:15 WIB
Emas dan Tarif PAM Naik, Inflasi Tekan Biaya Hidup Masyarakat

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada Juli 2025 disumbang oleh lonjakan harga komoditas non-pangan seperti emas perhiasan dan tarif air minum perpipaan (PAM), yang berkontribusi terhadap kenaikan biaya hidup masyarakat.

Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan bahwa emas perhiasan memberikan andil inflasi sebesar 0,46 persen pada Juli 2025.

“Kenaikan harga emas menjadi salah satu penyumbang dominan dalam komponen inti inflasi,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).

Baca Juga: Hitungan Kemiskinan Versi BPS dan Bank Dunia, Cek Standar Indonesia Sekarang!

Selain emas, tarif air minum PAM juga mengalami kenaikan di 13 wilayah, memberikan andil inflasi sebesar 0,14% dalam kelompok harga yang diatur pemerintah.

Bersama dengan itu, bahan bakar rumah tangga dan sigaret kretek mesin (SKM) turut menyumbang masing-masing sebesar 0,04%.

Secara keseluruhan, komponen harga yang diatur pemerintah mencatat inflasi tahunan sebesar 1,32% dengan andil 0,26% terhadap inflasi umum. Komponen ini mencerminkan pengaruh kebijakan harga yang dikelola oleh pemerintah pusat maupun daerah.

“Inflasi pada komponen ini perlu diwaspadai karena bisa berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah yang sensitif terhadap kenaikan tarif utilitas dasar,” kata Pudji.

Baca Juga: Celios Desak Reformasi Data Kemiskinan, Kritik Metode BPS yang Sudah Usang

Adapun secara umum, inflasi inti Juli 2025 mencapai 2,32% secara tahunan dengan andil sebesar 1,49%. Komoditas lain seperti kopi bubuk dan minyak goreng juga menyumbang inflasi dalam komponen inti.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.