China Kecam Proteksionisme AS, Serukan Dukungan Perdagangan Bebas di Forum IMF-World Bank

AKURAT.CO China melancarkan kritik tajam terhadap kebijakan perdagangan Amerika Serikat dalam pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) di Washington.
Dikutip dari laman CGTN, Menteri Keuangan China, Lan Fo'an, mengecam praktik proteksionisme yang dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi global dan menyerukan dukungan terhadap perdagangan bebas.
Dalam pernyataan resminya, Lan menekankan bahwa China akan tetap berkomitmen pada keterbukaan ekonomi dan menolak segala bentuk hambatan perdagangan.
"China akan tetap terbuka. Kami mendesak lembaga-lembaga internasional untuk menegakkan prinsip perdagangan bebas," ujarnya.
Baca Juga: AS Waspada! China Siap Lawan Tarif Trump
Lan juga menegaskan bahwa negaranya akan mengadopsi kebijakan makro yang lebih aktif untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sekitar 5% tahun ini, meski ketidakpastian global terus meningkat akibat kebijakan tarif baru dari Amerika Serikat.
Gubernur People's Bank of China (PBOC), Pan Gongsheng, dalam pernyataan terpisah, turut mengecam kebijakan tarif AS yang dinilai "sembrono" dan "secara serius melanggar hak serta kepentingan sah berbagai negara." Menurut Pan, langkah tersebut berpotensi memperlemah kekuatan pendorong pertumbuhan ekonomi global.
Ekonomi China sendiri mencatat pertumbuhan 5,4% pada kuartal pertama 2025, didukung oleh subsidi konsumsi domestik serta ekspor yang kuat. Namun, sejumlah lembaga keuangan besar, termasuk UBS, Goldman Sachs, Citigroup, dan Societe Generale, telah merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi China untuk tahun ini menjadi sekitar 4%.
China kini menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan laju pertumbuhan di tengah tekanan eksternal dan domestik. Di sisi lain, seruan Beijing untuk mempertahankan sistem perdagangan global yang terbuka dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga posisinya dalam rantai pasok dunia.
Baca Juga: ESDM Ungkap Alasan Pilih Investor Asal China Gantikan LG di Proyek Titan RI
Dalam forum internasional tersebut, baik Lan maupun Pan menegaskan pentingnya kerja sama multilateral dan komitmen semua negara dalam mempertahankan prinsip-prinsip perdagangan yang adil dan terbuka.
“Langkah-langkah proteksionisme hanya akan memperburuk ketidakpastian global,” pungkas Pan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 6Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 7Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 8Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









