Trump Berlakukan Tarif Otomotif, Saham Produsen Mobil Babak Belur

AKURAT.CO Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump untuk menerapkan tarif baru terhadap sektor otomotif kembali menggemparkan pasar global.
Dikutip dari laman reuters, hasil dari kebijakan tersebut langsung berdampak signifikan terhadap harga saham produsen mobil di berbagai negara.
Mengacu kepada hasil data dari LSEG, sekitar USD16,5 miliar terhapus dari sektor transportasi di Tokyo, dengan saham Toyota turun 2,7%, Honda anjlok 3%, dan Nissan merosot 2,2%.
Kondisi serupa terjadi di Korea Selatan, saham Hyundai dan Kia masing-masing jatuh sekitar 4%. Kemudian di Eropa, nilai euro turun ke level terendah dalam tiga minggu terakhir, sementara indeks saham Jerman DAX berjangka merosot 0,7%.
Baca Juga: Trump Siap Balas Tarif, Industri Otomotif Global Makin Ketar-ketir
Volkswagen, sebagai produsen mobil terbesar di Eropa, berisiko mengalami dampak besar karena 43% penjualannya di AS bersumber dari Meksiko.
Tak sampai disitu, produsen mobil AS sendiri tak luput dari efek negatif kebijakan tersebut. Saham General Motors anjlok 6%, sementara Ford turun hampir 5% dalam perdagangan setelah jam kerja.
Tesla, yang mayoritas produksinya berbasis di dalam negeri, mengalami penurunan sekitar 1%, meskipun relatif lebih stabil dibandingkan produsen lainnya.
Tarif baru Trump tersebut juga diperkirakan akan membuat harga mobil impor di AS melonjak drastis. Menurut analis Goldman Sachs, hampir setengah dari 16 juta mobil yang terjual di AS tahun lalu berasal dari luar negeri dengan nilai total lebih dari USD330 miliar.
Dengan tarif 25% yang mulai berlaku pada 3 April, harga mobil bisa meningkat ribuan dolar, memberikan dampak signifikan terhadap konsumen.
Menurut Analis pasar Capital, Kyle Rodda menyebutkan bahwa kebijakan ini tidak hanya merugikan ekonomi global dalam jangka pendek, tetapi juga dapat memperpanjang ketidakpastian dalam sektor perdagangan internasional.
"Tentu dengan kebijakan tersebut dampak yang diberikan tidaklah main-main, kerugian yang diakibatkan dari tarif otomotif oleh Trump tentu menambah ketidakpastian ekonomi global," paparnya.
Baca Juga: Trump Siap Berikan Tarif Balasan, Akankah Lebih Manusiawi atau Sekadar Manuver Politik Saja?
Meskipun begitu, kebijakan tersebut diklaim Trump sebagai upaya untuk melindungi industri otomotif dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Namun, banyak analis melihat kebijakan ini sebagai langkah yang bisa merugikan ekonomi AS sendiri. Seperti halnya industri otomotif di Amerika Utara yang berkembang dengan rantai pasokan yang saling terkait antara Kanada, Meksiko, dan AS selama beberapa dekade terakhir.
Dengan tarif baru, biaya produksi dipastikan meningkat, yang pada akhirnya juga dapat menghambat pertumbuhan industri dalam negeri.
Melihat ketidakpastian tersebut, para investor masih menunggu kebijakan tambahan dari Trump yang dijadwalkan akan diumumkan pekan depan.
Jika tarif tambahan benar-benar diterapkan secara luas, dampaknya bisa menjadi lebih besar dan memicu ketidakpastian perdagangan global yang berkepanjangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







