Dibutuhkan Kebijakan Fiskal Yang Investor Friendly dan Dongkrak Daya Beli

AKURAT.CO Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, Ryan Kiryanto menyarankan Presiden Terpilih Prabowo Subianto fokus menangani dua permasalahan ekonomi yakni pengembalian daya beli kelas menengah dan membangkitkan manufaktur.
Kelas menengah, dikenal sebagai motor penggerak utama dalam perekonomian Indonesia, terutama melalui konsumsi rumah tangga. Kontribusi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi sangat signifikan, mengingat konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Selain itu, penting bagi pemerintah untuk mendorong industri dalam negeri dengan kebijakan fiskal yang ramah investor. Dengan memperkuat sektor industri, Indonesia bisa memperbaiki struktur ekonominya dan meningkatkan daya saing di pasar global.
Jika kebijakan ini diterapkan dengan baik, kelas menengah akan mendapatkan kembali daya beli mereka, yang pada gilirannya akan mendorong konsumsi rumah tangga dan memperkuat fondasi perekonomian Indonesia.
Menurutnya, penerapan hukum yang serius, terarah, dan konstruktif sangat penting dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, yang pada akhirnya akan menarik lebih banyak investor dan meningkatkan daya saing nasional.
Dengan pendekatan ini, Prabowo diharapkan mampu mengorkestrasi kebijakan yang seimbang antara menjaga disiplin fiskal, memperkuat sektor industri, dan mengembalikan daya beli kelas menengah yang vital bagi perekonomian Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









