China Pacu Investasi Demi Genjot Permintaan Domestik

AKURAT.CO Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) China, selaku badan perencana ekonomi utama di negara tersebut menyampaikan bahwa pihaknya mengintensifkan berbagai upaya untuk memacu investasi dan konsumsi dalam rangka meningkatkan permintaan domestik.
Secara spesifik, NDRC akan terus mendukung investasi pemerintah dalam memandu dan mendorong investasi sosial, sembari mendorong bisnis swasta untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek nasional utama, urai Juru Bicara NDRC Jin Xiandong dalam sebuah konferensi pers.
Dilansir Xinhua, dimana NDRC dikabarkan akan menawarkan lebih banyak proyek berkualitas tinggi kepada investor swasta, mendorong kerja sama investasi pemerintah-swasta dengan cermat, dan mempercepat perilisan dana trust investasi real estat secara reguler untuk lebih lanjut memacu investasi swasta, imbuh Jin.
Baca Juga: Italia Dukung Rencana Uni Eropa Tambah Tarif EV China, Tembus 35 Persen
Terkait peningkatan konsumsi, Jin menuturkan bahwa badan perencana ekonomi itu akan menganut kebijakan "mengutamakan ketenagakerjaan" (employment-first) dan menjajaki lebih banyak pendekatan untuk menggenjot pendapatan, sehingga mendongkrak daya beli masyarakat.
NDRC juga akan memaksimalkan penggunaan obligasi negara khusus berjangka waktu sangat panjang (ultra-long special treasury bonds) untuk menopang program tukar tambah (trade-in) barang-barang konsumen, dan mendorong konsumsi jasa di berbagai sektor seperti budaya dan pariwisata, pendidikan, perawatan kesehatan, perawatan lansia dan anak, dan tata gerha (housekeeping), tegas Jin.
Pasar konsumen China telah mempertahankan pemulihan yang stabil pada 2024, dengan penjualan retail barang-barang konsumen naik 2,1% secara tahunan (year on year/yoy) pada Agustus, menurut Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics) China.
Data sebelumnya dari biro itu menunjukkan bahwa indeks harga konsumen (consumer price index), salah satu indikator utama inflasi, naik 0,6% (yoy) pada bulan lalu, meningkat dari kenaikan 0,5% pada Juli.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit









