AKURAT.CO Bank Sentral Thailand atau Bank of Thailand (BoT) dikabarkan kembali menahan suku bunga acuannya. Usut punya usut ditahannya suku bunga tersebut dilakukan untuk menunggu kebijakan Perdana Menteri Thailand yang Baru.
Di mana keputusan yang dilakukan oleh BoT tersebut mutlak dengan perolehan 6:1 untuk mempertahankan suku bunga repurchase satu hari tetap pada sekitar 2,5%, yang merupakan level tertinggi dalam satu dekade.
Melansir dari Bloomberg, keputusan untuk mempertahankan biaya pinjaman pada tingkat tertinggi sejak 2013 ini terjadi ketika Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra memilih timnya dan merumuskan kebijakan termasuk meninjau program bantuan tunai sebesar USD14 miliar yang direncanakan oleh pendahulunya Srettha Thavisin.
Meskipun BoT telah menolak seruan dari Srettha untuk menurunkan suku bunga sementara mendesaknya untuk menerapkan program stimulus yang lebih tertarget. Meskipun ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara itu tumbuh pada tingkat tercepat dalam lima kuartal pada periode April-Juni, ekonomi negara Thailand terus tertinggal dari ekspansi negara tetangga.
Pichai Chunhavajira, yang terus menjabat sebagai menteri keuangan sementara Paetongtarn menyelesaikan timnya, menggambarkan ekonomi senilai USD500 miliar ini sebagai awal dari krisis. Otoritas moneter telah menjaga suku bunga utama tetap stabil sejak kuartal keempat tahun 2023 meskipun inflasi tetap di bawah target BoT sebesar 1-3%.
Sejumlah ekonom, termasuk dari Standard Chartered Plc, Capital Economics Ltd, dan Oversea-Chinese Banking Corp, mengantisipasi nada dovish dari pembuat kebijakan pada Rabu, membuka jalan untuk pengaturan yang lebih longgar pada kuartal keempat.
Karena bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) diperkirakan akan beralih ke pelonggaran paling cepat bulan depan, mata uang negara berkembang termasuk baht telah menguat. Hal ini semakin mengurangi tekanan harga impor dan memberi pembuat kebijakan lebih banyak ruang untuk mendukung ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










