Apa Itu Situationship yang Banyak Dialami Gen Z? Kenali Ciri-cirinya!

AKURAT.CO Istilah situationship semakin sering muncul dalam percakapan anak muda, terutama di media sosial.
Hubungan ini menggambarkan kedekatan antara dua orang yang terasa seperti pacaran, tetapi tidak memiliki status dan komitmen yang jelas.
Lantas, apa itu situationship, apa saja ciri-cirinya, dan mengapa hubungan seperti ini banyak dialami Gen Z?
Baca Juga: Antisipasi Tsunami, BMKG Pastikan Peringatan Dini Keluar Kurang dari 3 Menit
Apa Itu Situationship?
Situationship adalah hubungan antara dua orang yang memiliki kedekatan seperti pasangan, tetapi tidak memiliki status hubungan yang jelas.
Istilah ini banyak digunakan Gen Z untuk menggambarkan hubungan yang berada di antara pertemanan dan pacaran.
Dalam situationship, dua orang bisa sering chat, jalan bersama, saling perhatian, bahkan menunjukkan kemesraan.
Namun, ketika ditanya “sebenarnya kita ini apa?”, jawabannya sering tidak jelas.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia: Sabar/Reza dan Ana/Trias Lolos, Indonesia Sudah Kirim 7 Wakil ke 16 Besar
Ciri-ciri situationship
1. Sering berkomunikasi tetapi tanpa status
Hampir setiap hari bertukar pesan, menelepon, atau bertemu, tetapi tidak pernah secara resmi menyebut diri sebagai pasangan.
2. Perlakuannya seperti pacar
Ada perhatian, rasa cemburu, memberikan hadiah, menemani saat membutuhkan, hingga melakukan aktivitas layaknya pasangan.
3. Tidak ada pembicaraan soal komitmen
Hubungan berjalan begitu saja tanpa pembicaraan serius mengenai masa depan atau eksklusivitas.
4. Status hubungan sulit dijelaskan
Ketika ditanya orang lain, seseorang dalam situationship mungkin bingung apakah harus menyebutnya teman, gebetan, atau pasangan.
5. Ada rasa takut kehilangan
Walaupun tidak berstatus pacaran, salah satu atau kedua pihak bisa merasa cemburu ketika orang tersebut dekat dengan orang lain.
6. Hubungan bisa berubah-ubah
Kadang terasa sangat dekat, tetapi pada waktu lain salah satu pihak menjadi dingin atau sulit dihubungi.
Mengapa Situationship Banyak Dialami Gen Z?
Salah satu alasannya adalah adanya perubahan cara generasi muda membangun hubungan. Aplikasi kencan dan media sosial membuat seseorang lebih mudah mengenal banyak orang tanpa harus langsung masuk ke hubungan serius.
Selain itu, sebagian orang mungkin ingin menikmati kedekatan emosional tanpa tekanan komitmen.
Ada pula yang masih ingin mengenal satu sama lain sebelum menentukan apakah hubungan tersebut akan berlanjut menjadi pacaran.
Namun, situationship tidak selalu berarti buruk. Hubungan semacam ini bisa terasa nyaman jika kedua pihak memiliki pemahaman dan batasan yang sama.
Masalah biasanya muncul ketika satu orang menganggap hubungan tersebut serius, sementara pihak lainnya hanya menganggapnya sebagai hubungan tanpa komitmen.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan situationship?
Situationship adalah hubungan romantis antara dua orang yang memiliki kedekatan seperti pasangan, tetapi tidak memiliki status hubungan yang jelas.
2. Apa ciri-ciri situationship?
Ciri-cirinya antara lain sering berkomunikasi tanpa status, saling memperlakukan seperti pasangan, tidak membicarakan komitmen, status sulit dijelaskan, muncul rasa cemburu, dan hubungan yang berubah-ubah.
3. Mengapa Gen Z banyak mengalami situationship?
Situationship dapat dipengaruhi perubahan cara generasi muda membangun hubungan, penggunaan aplikasi kencan dan media sosial, serta keinginan untuk menikmati kedekatan tanpa langsung terikat komitmen.
4. Apakah situationship selalu buruk?
Tidak selalu. Situationship dapat berjalan dengan baik jika kedua pihak memiliki pemahaman, ekspektasi, dan batasan yang sama. Masalah dapat muncul ketika keduanya memiliki harapan berbeda terhadap hubungan tersebut.
5. Apa perbedaan situationship dan pacaran?
Perbedaan utamanya adalah kejelasan status dan komitmen. Dalam pacaran, status hubungan biasanya sudah disepakati, sedangkan situationship cenderung tidak memiliki definisi dan komitmen yang jelas.
Kesimpulan
Situationship merupakan hubungan yang memiliki kedekatan romantis seperti pasangan, tetapi belum memiliki status dan komitmen yang jelas.
Hubungan seperti ini dapat terasa nyaman bagi sebagian orang karena tidak memberikan tekanan untuk segera berkomitmen.
Namun, ketidakjelasan juga berpotensi menimbulkan kebingungan, kecemburuan, atau perbedaan harapan.
Karena itu, komunikasi terbuka penting dilakukan agar kedua pihak memahami posisi dan keinginan masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





