Kredit UMKM BCA Tumbuh 15,4 Persen, Bunga Mulai 5,81 Persen Jadi Daya Tarik

AKURAT.CO Pesanan bertambah, pelanggan mulai berdatangan, tetapi modal untuk membeli bahan baku atau menambah peralatan belum mencukupi. Situasi seperti ini membuat pinjaman usaha menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan pelaku UMKM. Persoalannya, mendapatkan tambahan modal saja tidak cukup. Biaya pinjaman dan kemampuan membayar cicilan juga menentukan apakah kredit benar-benar membantu bisnis berkembang.
Di tengah kebutuhan tersebut, kredit UMKM BCA 2026 menjadi salah satu informasi yang layak dicermati. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat kredit usaha kecil menengah (UKM) sebesar Rp149,2 triliun per September 2026, tumbuh 15,4% secara tahunan atau year-on-year (YoY). BCA juga menawarkan Kredit Multiguna Usaha (KMU) Hari UMKM 2026 dengan suku bunga mulai 5,81% efektif per tahun.
Pertumbuhan kredit dan penawaran bunga tersebut memberikan dua informasi berbeda bagi calon debitur. Angka pertumbuhan menggambarkan perkembangan nilai pembiayaan UKM BCA, sedangkan bunga khusus menjadi salah satu aspek yang dapat dipertimbangkan ketika pelaku usaha mencari modal.
Namun, bunga mulai 5,81% tidak otomatis berarti setiap pemohon akan mendapatkan tingkat bunga tersebut atau bahwa seluruh biaya pinjamannya hanya sebesar angka itu. Calon debitur tetap perlu memeriksa ketentuan program, tenor, biaya terkait, dan kemampuan usaha memenuhi kewajiban pembayaran.
Kredit UKM BCA Tumbuh 15,4%, Tembus Rp149,2 Triliun
Kredit UKM BCA mencapai Rp149,2 triliun per September 2026, meningkat 15,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini merupakan bagian dari kredit produktif BCA yang secara keseluruhan mencapai Rp831 triliun dengan pertumbuhan 17,2% YoY.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan penyaluran kredit perseroan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan berbagai sektor ekonomi sekaligus prinsip kehati-hatian.
“BCA berkomitmen menyalurkan kredit ke beragam sektor untuk mendukung perekonomian nasional, dengan senantiasa mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perseroan,” kata Hendra dalam konferensi pers paparan kinerja BCA kuartal III 2026 yang diselenggarakan secara virtual, Selasa, 27 Oktober 2026.
Baca Juga: Cara Top Up E-Wallet Lewat myBCA, Cepat dan Praktis Tanpa Ribet
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ekspansi pembiayaan ditempatkan bersama pertimbangan risiko dan ketersediaan pendanaan. Bagi pelaku usaha, konteks ini penting karena penyaluran kredit tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan modal, tetapi juga dengan proses penilaian kemampuan debitur memenuhi kewajibannya.
Ada satu hal yang perlu diperhatikan ketika membaca pertumbuhan 15,4% tersebut. Angka itu menggambarkan peningkatan nilai portofolio kredit UKM, bukan berarti jumlah UMKM yang memperoleh pinjaman otomatis bertambah 15,4%.
Tanpa data mengenai jumlah debitur, nilai pinjaman rata-rata, dan persebaran penerima pembiayaan, pertumbuhan tersebut belum dapat digunakan untuk menyimpulkan seberapa luas akses kredit UKM telah meningkat.
Meski begitu, angka Rp149,2 triliun tetap memperlihatkan besarnya portofolio pembiayaan UKM BCA. Pertumbuhannya juga menjadi bagian dari ekspansi kredit produktif yang mencakup pembiayaan kepada korporasi, komersial, dan UKM.
Bunga KMU Hari UMKM 2026 Mulai 5,81%, Apa yang Ditawarkan?
Selain pertumbuhan kredit, BCA menghadirkan program Kredit Multiguna Usaha (KMU) Hari UMKM 2026 yang menawarkan suku bunga mulai 5,81% efektif per tahun.
Berdasarkan informasi perusahaan, program tersebut berlaku mulai 1 Juli 2026 hingga Januari 2027. BCA juga menyebut adanya penawaran jangka waktu kredit yang lebih panjang bagi UMKM.
Ada tiga informasi utama yang perlu dicatat calon debitur:
Nama program: Kredit Multiguna Usaha (KMU) Hari UMKM 2026.
Suku bunga: Mulai 5,81% efektif per tahun.
Periode program: Mulai 1 Juli 2026 hingga Januari 2027.
Penawaran bunga dapat menjadi pertimbangan bagi pelaku usaha yang sedang mencari tambahan modal. Namun, kata “mulai” perlu diperhatikan karena menunjukkan bahwa 5,81% merupakan tingkat bunga awal yang ditawarkan, bukan jaminan bunga yang sama bagi setiap pemohon.
Persyaratan, kelayakan pemohon, jangka waktu pinjaman, dan ketentuan program tetap perlu diperiksa langsung kepada BCA. Informasi yang tersedia juga belum merinci plafon kredit, biaya administrasi, biaya provisi, ataupun persyaratan agunan.
Dengan demikian, program ini layak masuk dalam daftar pilihan yang ditelusuri pelaku usaha, tetapi keputusan pengajuan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada angka bunga yang tercantum.
Mengapa Pertumbuhan Kredit UKM BCA Perlu Dicermati?
Pertumbuhan kredit UKM BCA sebesar 15,4% berada di antara pertumbuhan kredit korporasi dan komersial. Per September 2026, kredit korporasi mencapai Rp528,1 triliun dengan pertumbuhan 20,9% YoY, sedangkan kredit komersial sebesar Rp154,1 triliun atau tumbuh 7,8% YoY.
Segmen pembiayaan | Nilai kredit | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
Korporasi | Rp528,1 triliun | 20,9% |
Komersial | Rp154,1 triliun | 7,8% |
UKM | Rp149,2 triliun | 15,4% |
Data tersebut memperlihatkan bahwa kredit UKM tumbuh lebih cepat daripada kredit komersial, meskipun nilai nominalnya lebih kecil. Namun, perbedaan pertumbuhan ini belum menjelaskan apakah jumlah pelaku usaha yang mendapatkan pembiayaan meningkat atau apakah distribusi kredit semakin merata.
Hendra menyebut pembiayaan produktif BCA mencapai Rp831 triliun dengan pertumbuhan 17,2% YoY. Kredit produktif tersebut mencakup pembiayaan korporasi, komersial, dan UKM.
“Pembiayaan BCA ditopang kredit produktif sebesar Rp831 triliun, tumbuh 17,2% YoY,” ujar Hendra.
Konteks tersebut memperlihatkan posisi kredit UKM dalam strategi pembiayaan produktif BCA. Meski demikian, untuk menilai dampaknya terhadap perekonomian secara lebih luas, masih diperlukan data mengenai jumlah debitur, sektor usaha penerima kredit, dan penggunaan dana oleh pelaku usaha.
Apakah Bunga Kredit Mulai 5,81% Otomatis Lebih Murah?
Bunga 5,81% efektif per tahun dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika UMKM membandingkan penawaran pinjaman. Namun, calon debitur sebaiknya tidak langsung menilai sebuah produk sebagai yang paling murah hanya berdasarkan angka bunga awal.
Ada sejumlah komponen yang perlu diperiksa sebelum mengambil keputusan:
Metode perhitungan bunga: pastikan bagaimana bunga dihitung dan bagaimana pengaruhnya terhadap pembayaran selama tenor pinjaman.
Biaya tambahan: tanyakan apakah ada biaya administrasi, provisi, atau biaya lain yang berlaku.
Tenor pinjaman: periksa jangka waktu pembayaran dan konsekuensinya terhadap total kewajiban.
Persyaratan pengajuan: pahami kriteria kelayakan, dokumen yang dibutuhkan, serta ketentuan agunan jika berlaku.
Ketentuan pelunasan: tanyakan apakah terdapat biaya atau ketentuan khusus jika pinjaman dilunasi lebih awal.
Informasi yang tersedia mengenai KMU Hari UMKM 2026 belum merinci seluruh komponen tersebut. Karena itu, perbandingan biaya aktual dengan produk pinjaman lain belum dapat dilakukan secara akurat hanya berdasarkan data bunga 5,81%.
Bunga yang lebih rendah dapat membantu menekan beban pembiayaan, tetapi hasil akhirnya tetap bergantung pada struktur pinjaman dan ketentuan yang disepakati. Pelaku usaha perlu meminta rincian pembayaran dari bank sebelum memutuskan untuk mengajukan kredit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon






