Akurat Logo

Permata Bank Ajak Investor Percaya Diri di Tengah Dinamika Ekonomi, Ini Strategi yang Perlu Diperhatikan

Idham Nur Indrajaya | 24 Oktober 2026, 12:00 WIB
Permata Bank Ajak Investor Percaya Diri di Tengah Dinamika Ekonomi, Ini Strategi yang Perlu Diperhatikan
Permata Bank menyoroti kepercayaan investor domestik. Simak strategi menyikapi dinamika ekonomi dan risiko investasi. - dok. Permata Bank

AKURAT.CO Ketika kabar ekonomi global berubah-ubah, investor dihadapkan pada pilihan yang tidak selalu mudah: mempertahankan investasi, menambah aset, atau mengurangi risiko untuk menjaga keuangan tetap aman. Namun, mengambil keputusan hanya berdasarkan sentimen pasar juga bisa menjadi masalah. Di tengah situasi tersebut, Permata Bank mengajak investor domestik untuk semakin percaya diri terhadap fundamental perekonomian dan pasar modal Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan dalam rangkaian Wealth Wisdom 2026 yang diselenggarakan Permata Bank. Pesan ini menyoroti pentingnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi nasional, sekaligus mengingatkan bahwa keputusan investasi perlu mempertimbangkan perubahan kondisi ekonomi, risiko, dan tujuan keuangan jangka panjang.

Bagi investor, kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia bukan berarti mengabaikan risiko. Sebaliknya, keyakinan tersebut perlu disertai pemahaman terhadap kondisi pasar, kemampuan finansial pribadi, dan karakteristik instrumen investasi yang dipilih.

Mengapa Investor Domestik Perlu Memahami Fundamental Ekonomi Indonesia?

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengajak investor domestik untuk semakin percaya diri terhadap fundamental perekonomian dan pasar modal Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan investasi dan perdagangan sebagai sumber pertumbuhan baru, bukan sekadar mempertahankan momentum yang telah terbentuk.

Pandangan tersebut disampaikan dalam acara Wealth Wisdom 2026 di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Dradjad turut menyoroti upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui penguatan investasi, peningkatan produktivitas, pengembangan ekspor bernilai tambah, dan efisiensi logistik.

Pemerintah juga terus berupaya memperkuat kepercayaan dunia usaha serta mengatasi berbagai hambatan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Bagi investor, faktor-faktor tersebut penting karena dapat memengaruhi prospek kegiatan usaha dan kemampuan perusahaan untuk berkembang. Produktivitas yang meningkat, misalnya, berpotensi membantu perusahaan menghasilkan barang atau jasa secara lebih efisien. Sementara itu, ekspor bernilai tambah dapat membuka peluang bagi perusahaan untuk memperoleh pasar dan sumber pendapatan yang lebih luas.

Meski demikian, membaiknya prospek ekonomi tidak otomatis membuat seluruh instrumen investasi menghasilkan keuntungan. Kinerja setiap aset tetap bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi perusahaan, valuasi, tingkat risiko, dan ekspektasi pelaku pasar.

Karena itu, memahami fundamental ekonomi sebaiknya menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan, bukan satu-satunya alasan untuk membeli atau mempertahankan suatu aset.

Baca Juga: Apa Itu HSC dalam Saham? Kenali Pengertian, Risiko, dan Dampaknya bagi Investor

Baca Juga: Menko Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Tarik Investasi Sektor Data Center

Bagaimana Dinamika Ekonomi Global Memengaruhi Keputusan Investasi?

Perubahan kondisi ekonomi global dapat memengaruhi keputusan investasi melalui berbagai saluran, mulai dari perdagangan internasional hingga sentimen pasar keuangan.

Ketika prospek ekonomi dunia berubah, perusahaan yang bergantung pada ekspor, bahan baku impor, atau pembiayaan eksternal dapat menghadapi tantangan yang berbeda. Dampaknya terhadap kinerja perusahaan pun tidak selalu sama.

Di pasar modal, perubahan ekspektasi investor juga dapat memengaruhi harga aset. Bahkan ketika suatu perusahaan masih memiliki kinerja operasional yang baik, harga sahamnya dapat berfluktuasi akibat perubahan sentimen, valuasi, atau perkiraan terhadap kondisi ekonomi mendatang.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa investor perlu membedakan antara perubahan harga dalam jangka pendek dan perubahan fundamental yang memengaruhi prospek investasi.

Sebagai ilustrasi, penurunan harga saham tidak selalu berarti perusahaan kehilangan kemampuan menghasilkan keuntungan. Sebaliknya, kenaikan harga saham juga tidak otomatis menunjukkan bahwa valuasinya masih menarik.

Investor perlu memahami alasan di balik pergerakan tersebut sebelum mengambil keputusan.

Bagi investor pemula, tantangannya sering kali bukan kekurangan informasi, melainkan kesulitan memilah informasi yang relevan. Berita ekonomi, komentar pelaku pasar, dan perubahan harga aset dapat muncul hampir bersamaan sehingga mendorong keputusan yang terburu-buru.

Padahal, informasi yang paling ramai dibicarakan belum tentu menjadi faktor yang paling menentukan bagi investasi seseorang.

Strategi Investasi yang Perlu Diperhatikan Saat Ekonomi Berubah

Kepercayaan terhadap fundamental ekonomi perlu disertai strategi yang sesuai dengan kebutuhan finansial. Investor tidak harus mengambil tindakan yang sama ketika menghadapi perubahan kondisi pasar karena setiap orang memiliki tujuan, jangka waktu, dan kemampuan menanggung risiko yang berbeda.

Berikut sejumlah hal yang dapat dipertimbangkan ketika menyusun strategi investasi.

1. Tentukan Tujuan dan Jangka Waktu Investasi

Sebelum memilih instrumen, investor perlu mengetahui untuk apa dana tersebut akan digunakan dan kapan dana itu dibutuhkan.

Dana untuk membayar uang muka rumah dalam dua tahun, misalnya, memiliki kebutuhan yang berbeda dari dana pensiun yang baru akan digunakan puluhan tahun mendatang.

Perbedaan jangka waktu tersebut memengaruhi kemampuan investor menghadapi fluktuasi nilai aset. Dana yang segera dibutuhkan umumnya memerlukan pertimbangan likuiditas dan kestabilan nilai yang lebih besar dibandingkan dana untuk tujuan jangka panjang.

Dengan tujuan yang jelas, investor memiliki dasar yang lebih terukur untuk mengevaluasi apakah suatu perubahan pasar benar-benar mengharuskan penyesuaian strategi.

2. Sesuaikan Investasi dengan Profil Risiko

Profil risiko berkaitan dengan kemampuan dan kesediaan seseorang menghadapi kemungkinan kerugian.

Dua investor dengan pendapatan yang sama belum tentu cocok menggunakan strategi investasi yang identik. Seseorang yang memiliki dana darurat memadai dan penghasilan relatif stabil mungkin mempunyai kemampuan berbeda dalam menanggung risiko dibandingkan orang yang seluruh tabungannya akan digunakan untuk kebutuhan dalam waktu dekat.

Investor juga perlu membedakan kemampuan finansial menanggung kerugian dari kenyamanan psikologis ketika melihat nilai investasi berfluktuasi.

Strategi yang terlihat menarik di atas kertas belum tentu sesuai apabila penurunan nilai aset membuat seseorang kesulitan memenuhi kebutuhan atau mengambil keputusan secara rasional.

3. Jangan Mengambil Keputusan Hanya Berdasarkan Sentimen

Berita mengenai ketidakpastian global dapat memengaruhi persepsi investor terhadap risiko. Namun, menjual seluruh investasi hanya karena muncul kabar negatif berpotensi membuat keputusan tidak lagi sejalan dengan tujuan awal.

Sebelum mengambil tindakan, investor sebaiknya memeriksa apakah terdapat perubahan fundamental pada aset yang dimiliki, apakah kebutuhan keuangannya berubah, dan apakah tingkat risiko portofolionya masih sesuai.

Sebaliknya, optimisme terhadap ekonomi nasional juga tidak seharusnya menjadi alasan untuk membeli aset tanpa mempertimbangkan harga dan risikonya.

Kepercayaan terhadap ekonomi dan kedisiplinan mengelola risiko bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya justru perlu berjalan beriringan agar keputusan investasi tidak hanya didorong oleh rasa takut atau terlalu percaya diri.

4. Jaga Likuiditas dan Pertimbangkan Diversifikasi

Investor perlu memastikan bahwa kebutuhan sehari-hari dan pengeluaran penting tidak sepenuhnya bergantung pada pencairan investasi.

Dana darurat dan pengaturan arus kas dapat membantu mengurangi tekanan untuk menjual aset ketika pasar sedang berfluktuasi. Hal ini terutama penting bagi pekerja dengan penghasilan tidak tetap atau keluarga yang memiliki kewajiban keuangan besar.

Diversifikasi juga dapat menjadi bagian dari pengelolaan risiko. Dengan menyebarkan investasi pada aset yang karakteristiknya berbeda, investor dapat mengurangi ketergantungan pada satu sumber risiko.

Namun, diversifikasi tidak menghilangkan seluruh risiko kerugian. Efektivitasnya bergantung pada jenis aset, korelasi pergerakan, komposisi portofolio, serta kebutuhan masing-masing investor.

Karena itu, strategi tersebut tetap perlu disesuaikan dengan tujuan dan kondisi keuangan pribadi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.