Akurat Logo

Pegadaian Ungkap 6 Cara Menghindari Penipuan Lowongan Kerja

Andi Syafriadi | 22 Oktober 2026, 13:46 WIB
Pegadaian Ungkap 6 Cara Menghindari Penipuan Lowongan Kerja
Waspadai penipuan rekrutmen yang meminta biaya wawancara, tiket, hingga akomodasi. Kenali 6 cara mengecek lowongan kerja palsu sebelum melamar. - Dok. PT Pegadaian

AKURAT.CO Penipuan berkedok rekrutmen kerja semakin beragam. Pelamar diminta mentransfer uang, membeli tiket perjalanan melalui agen tertentu, hingga membayar biaya wawancara. Masyarakat diminta lebih waspada dan memastikan informasi lowongan berasal dari kanal resmi perusahaan.

Direktur Human Capital PT Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, mengingatkan para pencari kerja agar tidak mudah percaya terhadap informasi rekrutmen yang mengatasnamakan perusahaan, terutama jika proses seleksi mensyaratkan pembayaran sejumlah uang.

Menurut Dewi, salah satu modus yang kerap ditemukan adalah pengiriman surat panggilan wawancara di kantor Pegadaian yang disertai kewajiban membeli tiket transportasi atau akomodasi melalui agen perjalanan tertentu. Pelamar dijanjikan penggantian biaya atau reimbursement setelah melakukan pembayaran.

Baca Juga: Perkuat Integritas dan Inovasi Hukum, PT Pegadaian Raih Penghargaan Indonesia’s In-House Counsel Awards 2025

Modus lainnya berupa undangan wawancara daring melalui aplikasi rapat virtual yang meminta pelamar mentransfer sejumlah uang.

"Kami tegaskan bahwa PT Pegadaian (Persero) tidak pernah memungut biaya apa pun selama proses seleksi, tidak pernah bekerja sama dengan agen travel mana pun, dan tidak pernah membebankan biaya akomodasi kepada calon pelamar," tegas Dewi.

Ia mengimbau para pencari kerja untuk memeriksa informasi lowongan melalui kanal resmi Pegadaian, yakni situs pegadaian.co.id, akun LinkedIn PT Pegadaian, serta Instagram @pegadaian_id.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.