Rupiah Diprediksi Bisa Tembus Rp18.500 per Dolar AS, Ini Pemicunya

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih tertekan pada perdagangan berikutnya.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan, rupiah bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.200 per USD, di tengah tekanan sentimen pasar keuangan dan tingginya kebutuhan dolar untuk impor energi.
Ibrahim menilai pelemahan rupiah tidak terlepas dari sejumlah persoalan domestik, meskipun Bank Indonesia (BI) dan pemerintah telah melakukan intervensi di pasar keuangan.
Baca Juga: Emas atau Dana Darurat, Mana yang Sebaiknya Disiapkan Lebih Dulu?
"Ada beberapa indikasi secara domestik yang membuat rupiah terus mengalami pelemahan walaupun Bank Indonesia melakukan intervensi, menteri keuangan juga terus melakukan intervensi di pasar," ujar Ibrahim dalam riset hariannya, Jumat (16/10/2026).
Baca Juga: Efek Domino Ancaman MSCI, Rupiah dan Pasar Obligasi RI Ikut Tertekan?
Salah satu sentimen yang disorot adalah pengumuman penyedia indeks global MSCI mengenai proposal perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. MSCI membuka periode konsultasi atas proposal tersebut pada 15 Oktober 2026.
Menurut Ibrahim, potensi perubahan status tersebut dapat memengaruhi persepsi investor terhadap pasar keuangan Indonesia dan meningkatkan risiko keluarnya dana asing.
"Pasar mandiri ini mengindikasikan dana asing cukup banyak yang keluar. Ini yang mengindikasikan kemungkinan besar (rupiah) masih akan terus melemah," jelasnya.
Baca Juga: MSCI Berlebihan Picu Kepanikan Pasar Saham RI
Meski demikian, proposal MSCI tersebut masih dalam tahap konsultasi. MSCI dijadwalkan mengumumkan keputusan final paling lambat pada akhir Juni 2027.
Karena itu, potensi arus keluar modal asing perlu dilihat sebagai risiko yang dapat berkembang, bukan kepastian bahwa dana asing akan keluar dalam jumlah tertentu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








