Bahlil Tambah Cadangan BBM Bali, Distribusi Kini Didukung 7 Kapal

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia menambah target cadangan Pertalite di Provinsi Bali dari sebelumnya sekitar 11 hari menjadi 15 hari.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan pasokan bahan bakar minyak (BBM) setelah terjadi keterlambatan kapal pengangkut dari Jawa. Bahlil mengatakan, cadangan Pertalite nasional saat ini berada pada kisaran 16–18 hari. Sementara itu, cadangan BBM jenis lainnya rata-rata berada di atas 20 hari, sesuai standar minimum nasional.
“Nah, untuk di Provinsi Bali, di beberapa hari kemarin karena ada keterlambatan dari kapal yang membawa BBM dari Jawa ke Bali, itu terjadi penurunan kurang lebih sekitar 3 sampai 4 hari,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Fuel Terminal Sanggaran Bali, dikutip dari Keterangan Kementerian ESDM, Senin (19/10/2026).
Baca Juga: Bantah Ada Pembatasan Kouta, Bahlil: Kami Naikan Cadangan hingga 15 Hari
Namun, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Pertamina, cadangan BBM di Bali kini rata-rata telah mencapai 11–12 hari. Pemerintah pun meminta Pertamina meningkatkan cadangan tersebut hingga setara 15 hari untuk memperkuat ketahanan pasokan di wilayah tersebut.
“Nah, dalam rangka untuk mempercepat proses ini, sekarang saya meminta untuk kepada Pertamina untuk menaikkan status yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari,” ujarnya.
Bahlil menambahkan, pemerintah juga telah mempercepat distribusi BBM dari Jawa ke Bali. “Di awal kemarin waktu saya rapat koordinasi di Jakarta, hari Kamis sore, saya juga sudah meminta untuk percepatan distribusi dari Jawa ke Bali yang tadinya kapal cuma 3, sekarang kapal yang sudah melayani 7 kapal,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini berada pada kisaran 16–18 hari. Pemerintah memastikan kondisi stok masih aman, meski distribusi BBM menuju Bali dan sejumlah wilayah perlu dipercepat.
Bahlil mengatakan, berdasarkan laporan PT Pertamina (Persero), kendala utama saat ini bukan terletak pada ketersediaan stok maupun produksi kilang, melainkan jalur distribusi. “Tadi saya juga mendapat laporan dari Pertamina. Secara stok nasional kita, BBM itu di 16 sampai 18 hari. Jadi stok BBM nasional, insyaallah itu aman,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jumat (16/10/2026).
Untuk mengantisipasi gangguan penyaluran, Bahlil telah meminta Pertamina menambah jumlah kapal yang digunakan untuk mengangkut BBM.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat distribusi dan mencegah terjadinya kondisi yang tidak diinginkan di daerah. “Saya tadi memerintahkan untuk mereka untuk segera menggandakan kapal agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan di daerah-daerah, supaya bisa percepatan,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








