Akurat Logo

SM+ Akuisisi 5 Data Center PDG, Jaringan Meluas ke 25 Kota

Esha Tri Wahyuni | 12 Oktober 2026, 14:42 WIB
SM+ Akuisisi 5 Data Center PDG, Jaringan Meluas ke 25 Kota
SM+ mengakuisisi lima data center enterprise milik PDG di Indonesia. Transaksi ini memperluas jaringan SM+ menjadi 31 fasilitas di 25 kota.

AKURAT.CO PT SMPlus Digital Investama (SM+), platform investasi infrastruktur dan layanan digital yang didukung Sinar Mas, menandatangani perjanjian definitif untuk mengakuisisi bisnis pusat data (data center) enterprise milik Princeton Digital Group (PDG) di Indonesia.

Melalui transaksi ini, SM+ akan memperluas jaringan operasionalnya menjadi 31 fasilitas yang tersebar di 25 kota di Tanah Air.

Bisnis yang diakuisisi mencakup lima fasilitas data center yang telah beroperasi di sejumlah wilayah, yakni Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru.

Baca Juga: China Investasi USD20,7 Miliar di KEK RI Tapi Belum Maksimal Soal Transfer Teknologi

Akuisisi tersebut menjadi bagian dari strategi SM+ untuk memperluas jangkauan infrastruktur digital di tengah pertumbuhan konsumsi data, adopsi komputasi awan (cloud), dan transformasi digital perusahaan.

Presiden Direktur sekaligus Group CEO SM+ Holdings, Herson Suindah mengatakan, penambahan lima fasilitas tersebut akan memperkuat jangkauan layanan perusahaan di Indonesia.

“Akuisisi ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan kami membangun platform infrastruktur digital nasional terdepan di Indonesia. Dengan bertambahnya lima fasilitas di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru, kami memperluas jangkauan nasional serta memperkuat kemampuan kami dalam melayani pelanggan seiring komitmen kami untuk terus mendukung ekonomi digital Indonesia,” ujar Herson dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dengan integrasi bisnis yang diakuisisi ke dalam platform yang sudah ada, SM+ menargetkan peningkatan kualitas layanan sekaligus membuka peluang pertumbuhan berikutnya.

Perusahaan juga menyatakan akan terus mengembangkan infrastruktur digital yang andal dan dapat ditingkatkan kapasitasnya sesuai kebutuhan pelanggan.

Di sisi lain, transaksi ini juga mencerminkan fokus bisnis PDG yang akan semakin diarahkan pada pengembangan pusat data berskala besar atau hyperscale.

Baca Juga: Investasi Rp710 Miliar di KEK Kendal, PT HSG Bidik Pasar Ekspor

Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder Princeton Digital Group, Varoon Raghavan mengatakan, Indonesia tetap menjadi pasar penting bagi perusahaan sejak pertama kali masuk pada 2019.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.