Minat Produk Perlindungan Berbasis USD Diprediksi Meningkat di Era AI

AKURAT.CO Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), meningkatnya kebutuhan global, serta perubahan cara masyarakat mengelola kekayaan lintas generasi, minat terhadap produk perlindungan berbasis Dolar AS (USD) diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Perkembangan AI tidak hanya mengubah cara perusahaan beroperasi, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di berbagai sektor, mulai dari teknologi, kesehatan, hingga keuangan.
Di saat yang sama, ketidakpastian ekonomi global, tekanan inflasi, serta kebutuhan yang semakin terhubung dengan ekonomi internasional mendorong masyarakat untuk memikirkan kembali strategi perlindungan dan pengelolaan kekayaan jangka panjang.
Menurut berbagai laporan industri global, investasi pada infrastruktur AI diperkirakan mencapai USD 750 miliar pada 2026 dan menjadi salah satu pendorong utama transformasi ekonomi global.
Di Asia Pasifik, industri asuransi juga diproyeksikan terus bertumbuh seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan masyarakat kelas menengah dan affluentyang semakin mengglobal.
Di Indonesia, menurut berbagai kajian industri, segmen affluent diperkirakan mencakup sekitar 7% dari total populasi Indonesia.
Meski jumlahnya relatif terbatas, kelompok ini memiliki kebutuhan perencanaan keuangan yang semakin kompleks, mulai dari diversifikasi aset, pendidikan internasional, hingga perencanaan warisan antargenerasi.
Kondisi tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap solusi perlindungan yang mampu membantu menjaga nilai kekayaan sekaligus mendukung tujuan finansial jangka panjang.
Dalam konteks Indonesia, meningkatnya kebutuhan pendidikan internasional, perjalanan global, investasi luar negeri, hingga perencanaan warisan lintas generasi membuat banyak masyarakat mulai mempertimbangkan proteksi yang memiliki denominasi mata uang sejalan dengan kebutuhan masa depan mereka.
Narasi ini juga sejalan dengan kajian internal Prudential Indonesia yang menyoroti pentingnya menjaga daya beli dan relevansi nilai kekayaan di tengah penguatan Dolar AS serta meningkatnya kebutuhan global berbasis USD.
Dari kajian tersebut ditemukan bahwa masyarakat affluent dan High Net Worth khususnya menyatakan kebutuhan diversifikasi mata uang sebagai alasan utama berinvestasi di luar negeri.
Hal ini didorong oleh kekhawatiran terhadap nilai kekayaan yang tergerus akibat inflasi, risiko mata uang, serta kebutuhan global yang semakin meningkat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya solusi keuangan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga membantu menjaga daya beli dan nilai kekayaan agar tetap relevan dengan kebutuhan masa depan yang terus berkembang.
Chief Product Officer Prudential Indonesia, Astono Hermawan, mengatakan, semakin banyak nasabah yang tidak hanya fokus pada besarnya manfaat perlindungan, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana nilai perlindungan tersebut dapat tetap relevan terhadap kebutuhan masa depan yang semakin global.
“Saat ini kami melihat semakin banyak nasabah yang tidak hanya fokus pada besarnya manfaat perlindungan, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana nilai perlindungan tersebut dapat tetap relevan terhadap kebutuhan masa depan yang semakin global. Produk perlindungan berbasis USD dapat menjadi salah satu pilihan bagi nasabah yang ingin mendiversifikasi perencanaan keuangannya sekaligus mempersiapkan kebutuhan keluarga yang memiliki eksposur terhadap mata uang asing,” kata Astono, Rabu (2/9/2026).
Selain faktor globalisasi, tren transfer kekayaan antar generasi atau intergenerational wealth transfer juga menjadi pendorong baru bagi masyarakat affluent dalam merencanakan keuangan untuk masa depan.
Baca Juga: Bagaimana Sejarah Kerajaan Samudera Pasai? Ini Ulasannya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 4UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 5Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 8Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian







