MIsbakhun Tegaskan Patriot Bond Tak Bisa Jadi Sarana Cuci Uang, Investor Harus Lewati KYC

AKURAT.CO Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, membantah anggapan bahwa Patriot Bond maupun Merah Putih Bond yang akan diterbitkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berpotensi dimanfaatkan sebagai sarana pencucian uang.
Menurutnya, seluruh transaksi pembelian obligasi tersebut tetap berada dalam pengawasan sistem keuangan nasional dan wajib melalui mekanisme identifikasi nasabah atau know your customer (KYC).
Misbakhun menjelaskan pembelian surat utang dalam nilai besar tidak dilakukan secara langsung menggunakan uang tunai kepada penerbit.
Seluruh transaksi dilakukan melalui perusahaan manajer investasi, perusahaan sekuritas maupun broker yang telah menerapkan standar KYC sesuai ketentuan regulator.
Baca Juga: Demutualisasi BEI Masuk Tahap Akhir, Misbakhun: Tinggal Tunggu PP
"Orang membeli obligasi yang miliaran datang bawa truk ke Danantara bawa uang tunai? Tidak akan. Karena mekanismenya melalui aset management, sekuritas, broker dan sebagainya. Masing-masing akan punya KYC," ujar Misbakhun dalam Investment Forum 2026 melalui kanal YouTube resmi CNBC Indonesia, dikutip Jumat (17/7/2026).
Ia menambahkan, apabila transaksi dilakukan melalui perbankan, proses pengawasan terhadap asal-usul dana juga telah menjadi bagian dari sistem yang diterapkan industri jasa keuangan.
"Kalau dia nasabah bank juga ada KYC-nya kalau ada transfer. Kita serahkan pada ekosistem yang kita bangun. Kapan kita percaya pada ekosistem yang kita bangun?" katanya.
Menurut Misbakhun, narasi yang menyebut Patriot Bond dan Merah Putih Bond berpotensi menjadi tempat pencucian uang tidak memiliki dasar yang kuat karena mengabaikan mekanisme pengawasan yang selama ini berlaku di pasar surat berharga.
Dirinya bahkan mempertanyakan pemahaman pihak-pihak yang melontarkan kekhawatiran tersebut terhadap tata kelola industri pasar modal di Indonesia.
"Saya mempertanyakan kepada orang yang memberikan narasi bahwa ini tempat pencucian uang itu paham tidak dengan dunia surat berharga seperti ini. Ketika otoritas memberikan kepercayaan kepada ekosistem untuk bekerja sesuai sistem yang ada, kok responsnya seperti ini," ujarnya.
Di sisi lain, Misbakhun menilai pemerintah perlu menyiapkan berbagai insentif agar Patriot Bond dan Merah Putih Bond mampu menarik minat investor domestik maupun masyarakat luas.
Menurutnya, kedua instrumen tersebut bukan hanya menjadi alternatif pendanaan investasi nasional melalui Danantara, tetapi juga menjadi ajakan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan melalui sektor keuangan.
"Patriot Bond, Merah Putih Bond, it's the nationalism call pada sektor keuangan. Mari berpartisipasi membangun ini. Danantara mungkin menawarkan tingkat imbal hasil yang lebih rendah, tetapi kami memberikan insentif," kata Misbakhun.
Misbakhun berharap penerbitan Patriot Bond dan Merah Putih Bond dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam pembiayaan investasi nasional, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap ekosistem pasar keuangan yang selama ini telah menerapkan pengawasan berlapis melalui perbankan, perusahaan sekuritas, manajer investasi, hingga regulator.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla










