LPS Siapkan Sistem AI Real Time untuk Awasi 1.594 Bank

AKURAT.CO Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyiapkan pengembangan core system berbasis artificial intelligence (AI) untuk memperoleh data perbankan secara real time.
Langkah ini dilakukan setelah LPS menghadapi persoalan latensi data hingga 30 hari yang dinilai menghambat proses penjaminan simpanan dan resolusi bank, khususnya pada Bank Perekonomian Rakyat (BPR).
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu mengatakan saat ini LPS memantau sebanyak 1.594 bank yang terdiri dari bank umum, bank syariah, bank digital, bank pembangunan daerah, hingga BPR. Namun, sistem pelaporan yang ada saat ini masih membuat data yang diterima LPS tertinggal sekitar satu bulan.
Baca Juga: Begini Persiapan Terkini LPS Terkait Program Penjaminan Polis Asuransi
“Jadi kami akan membuat suatu data ataupun informasi data yang kami kelola secara real time. Ini tentu juga akan bisa meningkatkan akurasi, validasi data dalam rangka penjaminan dan resolusi,” kata Anggito dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Menurut Anggito, keterlambatan data terutama terjadi pada BPR karena laporan keuangan yang disampaikan kepada LPS dan Otoritas Jasa Keuangan masih memiliki jeda waktu sekitar 30 hari. Kondisi tersebut membuat proses resolusi bank sering menggunakan cut-off date data bulan sebelumnya.
Akibatnya, perubahan data terbaru harus diverifikasi ulang secara manual oleh LPS. Proses tersebut dinilai memperpanjang penanganan bank bermasalah sekaligus meningkatkan potensi sengketa hukum.
“Selama ini kita menggunakan cut-off data satu bulan sebelumnya, sehingga perubahan-perubahan terakhir itu harus diverifikasi kembali secara manual,” ujar Anggito.
LPS mencatat persoalan ketidakakuratan data tersebut telah memicu sekitar 20 gugatan hukum, yang mayoritas berasal dari sektor BPR. Sengketa muncul akibat perbedaan data simpanan maupun validasi nasabah ketika proses penjaminan dilakukan.
Untuk mengatasi persoalan itu, LPS akan membangun sistem pengelolaan data real time berbasis AI melalui sovereign cloud. Teknologi sovereign cloud dipilih untuk menjaga keamanan serta kerahasiaan data industri perbankan nasional di tengah meningkatnya digitalisasi sektor jasa keuangan.
Baca Juga: Bank Kecil Dinilai Rentan Serangan Siber, Ini Peringatan LPS
Pada tahap awal, LPS akan melakukan uji coba sistem kepada sejumlah BPR. Nantinya, core system milik BPR akan langsung terhubung dengan sistem LPS sehingga proses pertukaran data dapat dilakukan secara otomatis dan real time.
“Kita mau dicobakan ke BPR-BPR dulu, karena BPR ini akan kita bikinkan core system-nya, mereka nyambung kepada sistem kita supaya nanti kita bisa mendapatkan data real time pada waktunya,” kata Anggito.
Langkah LPS tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem resolusi perbankan nasional setelah industri keuangan semakin terdigitalisasi dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data OJK, jumlah BPR di Indonesia terus mengalami konsolidasi akibat tantangan permodalan, tata kelola, hingga transformasi digital.
Dalam beberapa kasus penutupan BPR sebelumnya, proses verifikasi simpanan nasabah menjadi salah satu tahapan paling krusial karena menentukan kecepatan pembayaran dana yang dijamin LPS kepada masyarakat. Dengan sistem real time, proses validasi data diharapkan menjadi lebih cepat dan akurat.
Pengembangan core system juga dinilai penting di tengah meningkatnya penggunaan layanan perbankan digital dan percepatan transaksi keuangan nasional. Sistem data yang terintegrasi memungkinkan otoritas memiliki pemantauan yang lebih cepat terhadap kondisi likuiditas maupun kesehatan bank.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK










