IHSG Diprediksi Sideways di 6.900-7.150, Pasar Tunggu Kepastian BBM

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas (sideways) pada perdagangan Rabu (1/4/2026) di tengah kombinasi sentimen global dan ketidakpastian kebijakan energi domestik.
Pada penutupan Selasa (31/3/2026), IHSG terkoreksi 0,61% ke level 7.048,2. Pelemahan ini terjadi setelah indeks sempat menguat di awal sesi, namun berbalik arah akibat aksi ambil untung jangka pendek oleh investor.
Secara sektoral, tekanan terbesar berasal dari sektor transportasi yang turun 4,6%, sementara sektor barang konsumen non-primer menjadi penopang dengan kenaikan 1,48%.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Terbatas, Pasar Soroti Harga Minyak
Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah di pasar spot juga melemah 0,23% ke posisi Rp17.041 per dolar AS, mencerminkan tekanan eksternal yang masih berlangsung.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih akan bergerak sideways pada kisaran level 6.900-7.150,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (31/3/2026).
Dari sisi kebijakan, pasar merespons pernyataan pemerintah terkait harga bahan bakar minyak (BBM). Menteri Sekretaris Negara menegaskan bahwa tidak akan ada kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, meskipun sebelumnya sempat beredar spekulasi kenaikan per 1 April 2026.
Keputusan tersebut dinilai krusial dalam menjaga stabilitas inflasi. Tanpa kenaikan harga BBM, tekanan biaya transportasi dan distribusi logistik dapat ditekan, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Namun di sisi lain, langkah ini berpotensi meningkatkan beban subsidi energi, terutama di tengah tren kenaikan harga minyak mentah global.
Baca Juga: Usai Reli ke 7.106, IHSG Rawan Profit Taking Hari Ini
Secara historis, kebijakan penahanan harga BBM kerap digunakan pemerintah sebagai instrumen stabilisasi inflasi, terutama saat terjadi gejolak harga energi global. Namun konsekuensinya adalah meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang dalam beberapa periode sebelumnya diatasi melalui realokasi belanja atau penyesuaian subsidi.
Dalam konteks saat ini, potensi pelebaran defisit fiskal menjadi salah satu risiko yang diperhitungkan pelaku pasar. Pemerintah disebut kemungkinan akan menyiapkan langkah mitigasi, termasuk penyesuaian alokasi anggaran untuk menjaga kesinambungan fiskal.
Di sisi makroekonomi, investor juga menantikan sejumlah data penting yang akan dirilis pada Rabu (1/4/2026). Indeks PMI manufaktur Indonesia untuk Maret diperkirakan melambat ke level 51,2 dari sebelumnya 53,8, yang masih menunjukkan ekspansi namun dengan laju yang lebih moderat. Perlambatan ini diperkirakan dipengaruhi faktor musiman, termasuk aktivitas libur hari raya keagamaan.
Selain itu, neraca perdagangan Februari 2026 diproyeksikan mencatat surplus sebesar US$1,2 miliar, meningkat dibandingkan Januari sebesar US$0,9 miliar. Sementara inflasi Maret diperkirakan berada di level 0,3% secara bulanan (MoM) dan 4,9% secara tahunan (YoY), naik dari 0,68% MoM dan 4,76% YoY pada Februari.
Kombinasi data tersebut akan menjadi indikator utama dalam menentukan arah kebijakan moneter dan fiskal ke depan, sekaligus memengaruhi pergerakan pasar keuangan domestik.
Dalam jangka pendek, pasar saham diperkirakan tetap bergerak dalam rentang terbatas sambil menunggu kejelasan kebijakan pemerintah dan rilis data ekonomi. Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk strategi trading harian, yakni GJTL, EXCL, BKSL, AMRT, dan INCO.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK










