Purbaya: Efisiensi Belanja Disisir, Program Minim Dampak Pertumbuhan Ekonomi Ditunda

AKURAT.CO Pemerintah mulai menyisir belanja kementerian/lembaga dengan menunda program yang dinilai berdampak rendah terhadap pertumbuhan ekonomi.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut efisiensi menyasar berbagai komponen, termasuk kegiatan operasional yang tidak mendesak.
“Macam-macam. Rapat nggak jelas, atau kebijakan yang dampaknya lambat atau tidak banyak ke pertumbuhan ekonomi, kita bisa tunda,” ujarnya.
Baca Juga: Gaji Menteri Berpotensi Dipangkas, Purbaya: Bagus Kok!
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan efisiensi hingga sekitar 10% pada belanja K/L, meski angka final masih dibahas.
Wacana pemotongan gaji menteri dan wakil menteri juga muncul sebagai bagian dari penghematan anggaran.
Langkah efisiensi ini sejalan dengan praktik konsolidasi fiskal yang pernah dilakukan pemerintah pascapandemi COVID-19, ketika belanja difokuskan pada program prioritas dan pemulihan ekonomi.
Dengan meningkatnya ketidakpastian global, pemerintah kembali mengarahkan belanja agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada pertumbuhan.
Penundaan program berpotensi mengurangi aktivitas belanja pemerintah di beberapa sektor, namun di sisi lain meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran.
Baca Juga: Pemerintah Identifikasi 10 Perusahaan Kurangi Nilai Transaksi Pajak, Purbaya: Kita Kejar!
Bagi pasar, kebijakan ini memberi sinyal disiplin fiskal yang dapat menjaga kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
"Ke depan, pemerintah akan menyesuaikan komposisi belanja berdasarkan prioritas ekonomi dan perkembangan global. Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan efisiensi tidak menghambat pertumbuhan," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 4Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia









