Antam Sebut Harga Emas Akan Naik Terus Sepanjang Konflik AS-Iran

AKURAT.CO PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menilai dinamika geopolitik global, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Iran, turut memberi sentimen terhadap pergerakan harga emas dunia.
Corporate Secretary Division Head PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Wisnu Danandi Haryanto mengatakan, tren harga emas global saat ini menunjukkan kenaikan. Menurutnya, ketidakpastian akibat konflik AS dengan Iran menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan harga logam mulia tersebut.
“Perang itu memang mempengaruhi harga emas. Memang sekarang ini kita bisa melihat bahwa memang harganya (emas) sedang naik dan kemungkinan akan terus naik selama itu perang," kata Wisnu di Jakarta dikutip, Rabu (4/3/2026).
Meski demikian, Wisnu mengaku belum dapat memastikan sejauh mana konflik yang berlangsung akan berdampak signifikan terhadap harga emas ke depan. “Saya sendiri nggak bisa kasih tahu apakah itu akan mempengaruhi harga emas secara signifikan atau tidak, saya nggak tahu,” tambahnya.
Di sisi operasional, Wisnu memastikan kondisi geopolitik tidak memengaruhi produksi emas perseroan. Pasalnya, sumber produksi utama berasal dari tambang dalam negeri, khususnya Tambang Pongkor.
Saat ini, Antam memproduksi sekitar satu ton emas per tahun dari Pongkor, sementara kebutuhan lainnya dipenuhi dari sumber domestik guna menjaga pasokan pasar dalam negeri.
“Produksi emas Antam itu kita produksi satu ton dari Pongkor dan lainnya kita mencoba mencari dari sumber domestik. Seharusnya itu tidak memengaruhi, karena kita selalu mencari dari sumber domestik untuk memenuhi kebutuhan emas di Indonesia,” ucap Wisnu.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peningkatan minat masyarakat terhadap emas tidak semata dipicu faktor perang. Peningkatan literasi investasi serta membaiknya daya beli masyarakat juga berkontribusi terhadap tingginya permintaan emas di pasar domestik.
“Tapi saya rasa itu tidak hanya karena perang saja. Masyarakat juga makin paham dan daya belinya lebih kuat untuk bisa membeli emas," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 4UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 5Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 8Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian







