Pasar Semakin Dinamis, BEI Siapkan Strategi Perkuat Likuiditas Saham

AKURAT.CO Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan kesiapannya untuk memperkuat struktur pasar dan meningkatkan likuiditas saham sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju target menjadi salah satu dari Top 10 Global Exchanges pada 2030.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Direktur Utama BEI, Iman Rachman, dalam forum CEO Networking 2025 di Jakarta.
Iman mengungkapkan adanya perubahan signifikan dalam perilaku investor, terutama dalam preferensi terhadap jenis saham yang diperdagangkan.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pasar saham nasional semakin dinamis dengan peluang lebih luas bagi emiten untuk menarik minat investor baru.
Baca Juga: BEI Gandeng Danantara Dorong IPO Lighthouse BUMN
“Perubahan ini menunjukkan pasar semakin beragam dan memberikan peluang bagi emiten untuk mendapatkan exposure yang lebih besar,” ujarnya di Jakarta, Rabu (18/11/2025).
Untuk menjaga kepercayaan pasar, BEI mendorong emiten berpartisipasi dalam Program Liquidity Provider. Program ini bertujuan meningkatkan intensitas perdagangan dan mendorong terbentuknya harga saham yang lebih wajar.
Iman menuturkan bahwa langkah tersebut menjadi krusial di tengah meningkatnya permintaan investor terhadap saham-saham di luar indeks utama.
Selain penguatan likuiditas, BEI juga berkomitmen membangun pasar modal yang inovatif, transparan, inklusif, serta terhubung secara global. Sejalan dengan visi OJK, BEI menilai peningkatan tata kelola, penguatan modal, dan inovasi berkelanjutan merupakan fondasi penting untuk mengakselerasi pertumbuhan pasar modal nasional.
Baca Juga: Bos BEI Optimistis IHSG Tembus 9.000 di 2026
Dalam forum tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menekankan pentingnya sektor jasa keuangan dalam menyediakan pembiayaan jangka panjang yang kredibel untuk menopang transformasi industri nasional.
Dirinya menyebut tantangan ketidakpastian global harus dijawab dengan kebijakan yang seimbang antara daya saing dan keberlanjutan.
“Setiap kebijakan dan inovasi harus berorientasi pada keseimbangan antara daya saing dan keberlanjutan,” kata Mahendra.
Selain sesi utama, CEO Networking 2025 menghadirkan sejumlah pembicara dari kementerian, perbankan, manajemen investasi, hingga sektor energi.
Mereka membahas dinamika perdagangan global, strategi investasi jangka panjang, hingga adaptasi industri terhadap tensi geopolitik dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









