OJK Gandeng Media dan Sekolah Perluas Literasi Keuangan Nasional

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas cakupan literasi keuangan nasional dengan menggandeng media massa dan lembaga pendidikan.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya strategis dalam memerangi maraknya penipuan digital dan kejahatan keuangan daring yang mengintai masyarakat.
Kepala Eksekutif Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa literasi keuangan kini menjadi salah satu instrumen utama perlindungan konsumen.
“Perlindungan konsumen bukan hanya soal penindakan, tapi juga mencegah sejak dini lewat edukasi,” ujar Friderica dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Baca Juga: OJK Tindak Ribuan Entitas Ilegal, Kerugian Masyarakat Capai Rp3,4 Triliun
Sepanjang semester pertama 2025, OJK telah menyelenggarakan 2.937 kegiatan edukasi keuangan yang berhasil menjangkau lebih dari 6,17 juta peserta di seluruh Indonesia. Program ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pelaku usaha kecil.
Tak hanya mengandalkan edukasi tatap muka, OJK juga meluncurkan Gerakan Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (GENCARKAN) yang terdiri atas lebih dari 22 ribu program edukatif. Program ini menjangkau 110,3 juta peserta, termasuk melalui konten digital yang telah ditonton lebih dari 105 juta kali.
Dalam memperluas dampak literasi, OJK menjalin kolaborasi dengan media massa melalui program Training of Trainers (ToT) bagi redaktur dan wartawan.
“Kami ingin media tidak hanya menjadi saluran informasi, tapi juga menjadi duta literasi keuangan,” tegas Friderica.
Baca Juga: 6,1 Juta Peserta Ikut Edukasi Keuangan, OJK Gencarkan Literasi Finansial
Sebagai bentuk apresiasi, OJK akan menggelar KEJAR Award 2025. Penghargaan ini diberikan kepada sektor perbankan, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah yang telah berkontribusi signifikan dalam mendukung Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
Langkah ini penting di tengah meningkatnya ancaman penipuan keuangan digital. Minimnya pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan kerap dimanfaatkan oleh pelaku investasi ilegal maupun pinjaman online abal-abal.
Melalui pendekatan kolaboratif dan edukatif, OJK berharap dapat membangun ketahanan finansial masyarakat.
“Literasi yang kuat menciptakan konsumen yang lebih cermat, waspada, dan mampu melindungi diri dari risiko keuangan,” pungkas Friderica.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









