Akurat Logo

Rupiah Diprediksi Loyo Jumat Ini, Dolar AS Tembus Rp 17.990?

Esha Tri Wahyuni | 16 Oktober 2026, 07:20 WIB
Rupiah Diprediksi Loyo Jumat Ini, Dolar AS Tembus Rp 17.990?
ilustrasi mata uang Rupiah dan dolar AS

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan berikutnya.

Tekanan terhadap mata uang Garuda datang dari ketidakpastian global, terutama perkembangan inflasi Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.930 hingga Rp 17.990 per USD pada perdagangan Jumat (16/10/2026).

Baca Juga: Dolar AS Jadi Sorotan, Rupiah Diprediksi Bergerak di Rp 17.900-Rp 17.950

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp 17.930 hingga Rp 17.990 per USD," ujar Ibrahim dalam riset hariannya di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Pada perdagangan Kamis sore, rupiah ditutup melemah 35 poin ke level Rp 17.938 per USD. Sebelumnya, rupiah sempat tertekan hingga 60 poin sebelum akhirnya ditutup dari posisi perdagangan sebelumnya di Rp 17.903 per USD.

Ibrahim juga memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang pekan ini berada dalam rentang Rp 17.780 hingga Rp 18.060 per USD. Proyeksi tersebut menunjukkan pelaku pasar masih perlu mewaspadai volatilitas nilai tukar dalam jangka pendek.

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp 17.950, Ini 3 Faktor Pemicunya

Sedangkan dari sisi eksternal, perkembangan inflasi AS menjadi salah satu faktor yang dicermati investor. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada September 2026 tercatat naik 0,6% secara bulanan, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,4% pada Agustus.

Secara tahunan, inflasi AS meningkat menjadi 3,7% dari sebelumnya 3,4%. Angka tersebut juga melampaui perkiraan pasar sebesar 3,6%.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.