Wamenkeu Thomas: Dari Gagasan Sumitro Menuju Ekonomi Indonesia Berdaulat

AKURAT.CO Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono menegaskan hadirnya Sumitro Institute menjadi sebuah lembaga yang menjembatani pemikiran ekonomi masa lalu dan arah baru pemerintah Presiden Prabowo Subianto.
“Pak Sumitro tidak hanya mewariskan teori, tapi kerangka kerja ekonomi yang kontekstual bagi bangsa ini. Presiden Prabowo ingin meletakkan arah kebijakan ekonomi nasional di atas fondasi yang sudah diletakkan oleh pak Mitro,” ujar Thomas saat memberikan kata sambutan di Cibubur, Minggu (1/6/2025).
Menurut Thomas, lembaga ini dapat memainkan peran sebagai pusat policy research yang menggali nilai-nilai pemikiran Sumitro, seperti pembangunan berorientasi rakyat (people-centered development), kemandirian nasional, dan industrialisasi berbasis potensi dalam negeri. Semua itu dinilai sejalan dengan semangat kedaulatan ekonomi yang diusung oleh Prabowo.
Baca Juga: Peran Nyata Ketua Yayasan JHL Merah Putih Menyongsong Pemerintahan Prabowo Subianto
“Pemikiran Pak Mitro sangat-sangat strategis, bahkan melampaui zamannya. Beliau sudah bicara soal hilirisasi, ketahanan pangan, hingga perlunya campur tangan negara dalam sektor strategis,” jelas Thomas.
Lebih lanjut dirinya menambahkan bahwa Sumitro Institute akan menjadi ruang yang relevan bagi lintas generasi ekonom dan pembuat kebijakan untuk berdialog dan membangun konsensus arah ekonomi nasional yang tidak hanya pragmatis, tapi juga berpijak pada ideologi kebangsaan.
Presiden Prabowo sendiri, menurut Thomas, meyakini bahwa ekonomi bukan sekadar urusan pertumbuhan angka-angka makro, tetapi juga menyangkut martabat bangsa. Dalam banyak pidatonya, Prabowo kerap mengutip pendekatan ayahnya yang menyelaraskan ekonomi dengan geopolitik, pertahanan nasional, dan keadilan sosial.
Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, Sumitro Institute akan didorong untuk menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga riset internasional, universitas, dan instansi pemerintah. Tujuannya, memperkaya pendekatan kebijakan fiskal, industri, serta pembiayaan pembangunan berbasis konteks domestik dan global.
Baca Juga: DPR: Prabowo Subianto Akan Sejahterakan Petani dan Majukan Pertanian Indonesia
Selain sebagai pusat dokumentasi pemikiran Sumitro, lembaga ini juga akan menyelenggarakan seminar, riset, serta penerbitan jurnal ekonomi dan kebijakan publik.
“Ini bukan sekadar museum pemikiran, tapi laboratorium ide-ide baru yang tetap menghormati akar sejarah kita,” ujar Thomas.
Sebagai informasi, Prof. Sumitro Djojohadikoesoemo dikenal sebagai arsitek ekonomi nasional yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, hingga Menteri Riset dan Teknologi di era Orde Lama dan Orde Baru.
Dirinya juga merupakan pendiri Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Kini, semangatnya diteruskan oleh putranya, Prabowo Subianto, Presiden RI ke-8, dalam upaya mewujudkan ekonomi nasional yang kuat, adil, dan berdaulat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









