Akurat

Bitcoin Bergerak Fluktuatif Usai Inflasi AS Mereda

Hefriday | 15 Mei 2025, 14:56 WIB
Bitcoin Bergerak Fluktuatif Usai Inflasi AS Mereda

AKURAT.CO Harga Bitcoin kembali menunjukkan volatilitas tinggi seiring meredanya inflasi di Amerika Serikat yang turun menjadi 2,3% pada April 2025. Aset kripto terbesar dunia ini sempat menguat signifikan dan diperdagangkan di kisaran USD103.827 per 14 Mei 2025, mencatat kenaikan hampir 1,5% sebelum terkoreksi pada hari berikutnya.

Kamis (15/5/2025), harga Bitcoin tercatat berada di level USD102.877 atau setara Rp1,705 miliar, terkoreksi tipis sebesar 0,46% dalam 24 jam terakhir. Selama periode itu, Bitcoin sempat menyentuh titik tertingginya di Rp1,731 miliar dan menyentuh titik terendah di Rp1,705 miliar.

Dikutip dari CoinMarketCap, kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai sekitar USD2,04 triliun. Sementara itu, volume perdagangan dalam 24 jam terakhir turun 11% menjadi USD44,69 miliar, mengindikasikan adanya penurunan aktivitas jangka pendek dari para pelaku pasar.

Baca Juga: Harga Bitcoin Terkoreksi, Pasar Kripto Melemah di Tengah Derasnya Sentimen Global

Secara teknikal, pergerakan harga Bitcoin masih berada dalam tren naik. Berdasarkan grafik harian per 14 Mei, aset digital ini berhasil rebound dari level Fibonacci 50% di sekitar USD75.500, lalu mengalami kenaikan sebesar 36% selama 36 hari terakhir. Rebound ini mengkonfirmasi breakout dari pola falling wedge yang menjadi sinyal teknikal bullish.

Bitcoin bahkan telah menembus level Fibonacci 78,6% di sekitar US\$92.000 dan berhasil melewati ambang psikologis penting USD100.000. Saat ini, BTC menghadapi resistensi kuat di sekitar USD104.000. Meski demikian, beberapa indikator teknikal mulai menunjukkan potensi pelemahan.

Indeks kekuatan relatif (RSI) mulai menurun dari zona jenuh beli, sementara indikator MACD mendekati potensi crossover bearish. Jika Bitcoin gagal menembus level resistensi USD104.000, harga kemungkinan akan menguji ulang level dukungan di kisaran USD97.000 dan USD92.000.

Dari sisi aktivitas pasar, analis CryptoQuant, DarkFost, mengungkapkan adanya divergensi antara perilaku investor ritel dan investor besar (whale). Inflow dari investor ritel ke exchange meningkat tajam dari USD12 miliar menjadi USD15 miliar sejak awal April, sementara aliran dana dari whale justru menurun.

Penurunan inflow dari whale ke exchange ini bisa diartikan sebagai sinyal bahwa pelaku pasar besar memilih untuk menahan aset mereka, menunjukkan keyakinan akan potensi kenaikan harga di masa mendatang. Bahkan, tercatat para whale telah mengakumulasi lebih dari 83.000 BTC dalam sebulan terakhir.

Optimisme serupa juga terlihat di pasar derivatif. Open interest di pasar Bitcoin futures kini mencapai USD67,47 miliar, mendekati rekor tertinggi USD70 miliar. Lebih dari US\$36 juta posisi short dilikuidasi dalam 24 jam terakhir, menandakan kuatnya dominasi dari sentimen bullish di kalangan trader.

Selain itu, tingkat pendanaan (funding rate) berbobot open interest tercatat sebesar 0,0075%, mencerminkan bahwa mayoritas pelaku pasar masih mempertahankan posisi long. Situasi ini memperkuat ekspektasi bahwa harga Bitcoin masih berpeluang menembus rekor tertinggi baru dalam waktu dekat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa