Pasca Bencana Aceh Tamiang, PU Fokus Pulihkan TPA dan IPLT

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan infrastruktur sanitasi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang guna mencegah risiko gangguan kesehatan lingkungan serta memastikan layanan dasar masyarakat dapat segera pulih.
Penanganan dilaksanakan secara bertahap mulai fase tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rantau dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Aceh Tamiang.
Pada fase tanggap darurat, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh memfokuskan upaya pada penyelesaian sisa volume sampah dan material pascabencana yang menghambat akses serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan lingkungan.
Baca Juga: Akses Bireuen–Takengon Mulai Pulih, PTPP dan Kementerian PU Lanjutkan Tanggap Darurat Bencana Aceh
Selain itu, dilakukan penyediaan layanan air limbah domestik dan limbah tinja dengan memobilisasi toilet portable, toilet mobile, serta toilet knock down untuk mendukung kebutuhan sanitasi darurat masyarakat terdampak.
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa infrastruktur air dan sanitasi yang layak dan merata sangat penting dalam kondisi bencana seperti di Sumatera.
"Karena dalam kondisi bencana tidak hanya sebatas pemenuhan pangan saja, ketersediaan air dan infrastruktur juga sangat penting,” kata Dody dalam keterangannya, Senin (29/12/2025).
Selanjutnya memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi, Kementerian PU merencanakan pemulihan infrastruktur sanitasi sekaligus meningkatkan infrastruktur pengelolaan sanitasi agar sistem pengelolaan sampah dan air limbah domestik kembali berfungsi secara normal dan berkelanjutan.
Langkah ini mencakup pengadaan truk tinja, tangki septik beserta bioaktivator, serta pendampingan tata kelola dan penyusunan studi teknis apabila diperlukan.
Kementerian PU menyiapkan penanganan Tempat Pemrosesan Akhir Rantau di Kabupaten Aceh Tamiang meliputi perbaikan sel landfill eksisting, pembangunan sel landfill baru, perbaikan jalan akses, serta pengadaan alat berat.
Baca Juga: Pemulihan Aceh Tamiang Dikebut, PU Fokus Buka Akses dan Bersihkan Area
Hingga 27 Desember 2025, progres yang telah dilakukan antara lain pengangkutan sampah dan lumpur dari rumah sakit, pasar, dan kawasan permukiman ke area disposal, pembersihan jalan akses menuju TPA, serta pemesanan geotekstil untuk perkuatan sel landfill.
Di sektor air limbah, Kementerian PU juga melakukan penanganan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Kabupaten Aceh Tamiang mencakup perbaikan jalan akses, pembersihan IPLT eksisting, serta rehabilitasi unit bak pengolahan, termasuk bak anaerobik, fakultatif, maturasi, hingga wetland.
Progres per 27 Desember 2025, telah dilaksanakan pembersihan jalan akses menuju IPLT dan pembersihan lumpur pada bak pengolahan sebagai langkah awal pemulihan fungsi layanan.
Selain itu, Kementerian PU juga mengusulkan penerapan teknologi sanitasi ramah lingkungan melalui pengadaan Net-Zero Toilet 5.0 sebagai bagian dari inovasi peningkatan layanan sanitasi ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah








