Akurat Logo

Hujan Meteor Leonid 2026 Mencapai Puncak November, Ini Cara Mengamatinya

Winna Wandayani | 6 November 2026, 21:31 WIB
Hujan Meteor Leonid 2026 Mencapai Puncak November, Ini Cara Mengamatinya
Ilustrasi Hujan meteor (Pexels)

AKURAT.CO Hujan meteor Leonid kembali menghiasi langit pada November 2026. Fenomena astronomi tahunan ini diperkirakan mencapai puncaknya pada malam 17-18 dan 18-19 November.

Dikutip dari Space, Jumat (6/11/2026), meteor Leonid berasal dari serpihan debu komet 55P/Tempel-Tuttle yang memasuki atmosfer Bumi. Fenomena ini dikenal memiliki meteor dengan kecepatan tinggi, mencapai sekitar 71 kilometer per detik.

Kondisi pengamatan tahun ini diperkirakan cukup mendukung. Cahaya Bulan tidak akan mengganggu pengamatan pada sekitar tengah malam karena posisinya berada di bawah cakrawala.

Bagi pemula yang ingin menyaksikan hujan meteor Leonid, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

- Jauhi lampu perkotaan agar meteor lebih mudah terlihat.

- Berikan waktu sekitar 30 menit agar mata terbiasa dengan kondisi gelap. Hindari melihat layar ponsel selama pengamatan.

- Ajak teman atau keluarga untuk meningkatkan peluang menemukan meteor.

- Gunakan kursi yang bisa direbahkan agar leher tidak pegal saat mengamati langit.

- Kenakan pakaian hangat, termasuk jaket, penutup kepala, sarung tangan dan alas kaki.

- Gunakan aplikasi astronomi untuk menemukan rasi bintang Leo sebagai titik radian meteor Leonid.

- Amati menggunakan mata telanjang karena meteor bisa muncul di berbagai bagian langit.

- Pilih lokasi dengan pandangan langit yang luas dan hindari area tertutup pepohonan atau bangunan tinggi.

Waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor Leonid adalah mulai tengah malam hingga menjelang fajar. Jika jejak meteor terlihat mengarah kembali ke rasi Leo, kemungkinan besar objek tersebut merupakan bagian dari hujan meteor Leonid.

Hujan meteor Leonid dapat diamati di Indonesia pada malam 17 November hingga dini hari 18 November 2026. Pengamatan terbaik dilakukan dari lokasi minim polusi cahaya tanpa memerlukan teleskop atau teropong.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.