Akurat Logo

WhatsApp Kembangkan Fitur Stiker Suara di Android, Begini Cara Kerjanya

Winna Wandayani | 21 Oktober 2026, 13:38 WIB
WhatsApp Kembangkan Fitur Stiker Suara di Android, Begini Cara Kerjanya
Ilustrasi WhatsApp (Pexels)

AKURAT.CO WhatsApp mengembangkan fitur stiker suara di Android yang membuat pengguna dapat mengirim stiker dengan efek audio. Fitur ini menghadirkan pengalaman baru karena stiker tidak hanya menampilkan gambar, tetapi juga dapat memutar suara saat diketuk.

Dikutip dari WABetaInfo, Selasa (20/10/2026), fitur ini ditemukan dalam WhatsApp beta Android versi 2.26.41.3. Namun, stiker suara masih dalam tahap pengembangan dan belum tersedia untuk pengujian beta.

Cara Kerja Stiker Suara WhatsApp

Stiker suara akan tampil seperti stiker biasa di ruang obrolan, tetapi dilengkapi ikon audio sebagai penanda. Untuk memutar suaranya, penerima cukup mengetuk stiker tersebut.

WhatsApp juga menyiapkan fitur untuk membuat stiker suara sendiri. Nantinya, pengguna dapat menggabungkan stiker dengan klip audio untuk menghasilkan stiker yang bisa dibagikan dalam percakapan.

Berbeda dari stiker biasa, format baru ini membuat pengguna dapat menyampaikan reaksi melalui gambar dan suara sekaligus. Fitur tersebut dapat membuat percakapan terasa lebih ekspresif.

Fitur Stiker Suara WhatsApp

WhatsApp menyiapkan beberapa kemampuan untuk mendukung penggunaan stiker suara, antara lain:

- Memutar audio: Stiker dapat mengeluarkan suara ketika diketuk oleh penerima.

- Membuat stiker sendiri: Pengguna nantinya bisa menggabungkan stiker dengan klip audio.

- Mengikuti mode senyap: Audio tidak akan diputar ketika ponsel berada dalam mode senyap.

- Mengatur suara: Pengguna dapat membisukan audio melalui ikon volume pada stiker.

- Enkripsi end-to-end: Stiker dan audio yang menyertainya dilindungi dengan sistem enkripsi WhatsApp.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.