Claude Mulai Gunakan Watermark pada Teks AI, Apa Dampaknya?

AKURAT.CO Anthropic mulai menggunakan watermark pada teks yang dibuat atau diproses Claude. Tanda ini tidak terlihat manusia, tetapi dapat dikenali oleh sistem untuk menunjukkan keterlibatan Claude.
Watermark dibuat melalui pola khusus dalam pemilihan kata oleh model. Pola tersebut menggunakan kunci rahasia yang dapat diperiksa untuk menemukan indikasi teks berasal dari Claude.
Dikutip dari situs resmi Anthropic, Jumat (21/8/2026), watermark tidak mengubah makna, kualitas, atau keterbacaan teks. Tanda ini juga dapat bertahan saat teks disalin atau melalui penyuntingan tertentu.
Namun, watermark tidak hanya muncul pada teks yang sepenuhnya dibuat Claude. Tulisan manusia yang hanya diperiksa, diterjemahkan, atau diringkas menggunakan Claude juga dapat memiliki tanda tersebut.
"Watermark menunjukkan bahwa Claude memproses teks, bukan berarti Claude yang menulisnya. Tanda tersebut dapat tetap ada setelah Claude melakukan penyuntingan, penerjemahan, atau peringkasan konten," kata Perwakilan Anthropic kepada Business Insider.
Watermark Claude lebih tepat dipahami sebagai tanda bahwa teks pernah diproses oleh Claude. Tanda ini bukan bukti mutlak bahwa seluruh tulisan dibuat oleh kecerdasan buatan (AI).
Sistem tersebut juga memiliki keterbatasan teknis. Watermark membutuhkan teks yang cukup panjang agar polanya dapat dikenali.
Kode, angka, daftar tanggal dan nama khusus juga bisa membuat watermark kurang efektif. Pasalnya, jenis teks tersebut memiliki pilihan kata yang lebih terbatas.
Penyuntingan besar dapat membuat watermark semakin sulit dideteksi. Tanda tersebut juga bisa dilemahkan setelah teks diolah menggunakan model AI lain.
Untuk gambar, Anthropic menggunakan metode berbeda melalui standar Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA). Metadata tersebut dapat menunjukkan bahwa sebuah file pernah diproses oleh Claude.
Teknologi Claude memiliki kemiripan dengan SynthID milik Google DeepMind. Namun, keduanya menggunakan mekanisme dan kunci berbeda sehingga tidak dapat saling mendeteksi.
Anthropic juga berencana menyediakan API untuk memeriksa watermark Claude. Fitur ini membuat pengguna dan pihak ketiga dapat melakukan pemeriksaan secara mandiri.
Watermark dapat membantu meningkatkan transparansi penggunaan AI. Namun, teknologi ini belum bisa menjadi bukti tunggal untuk menentukan apakah sebuah tulisan dibuat manusia atau AI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 7Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








