Bos Anthropic Tolak Tekanan Pentagon Soal Penggunaan AI untuk Senjata Otonom

AKURAT.CO CEO Anthropic, Dario Amodei, menegaskan perusahaannya tak akan mengubah sikap soal penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Ia bahkan siap menghentikan kerja sama jika diminta menyetujui hal yang dinilai bertentangan dengan nilai demokrasi.
Sikap tegas itu muncul setelah pertemuan dengan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang membahas revisi kontrak penggunaan AI. Negosiasi tersebut dilaporkan berujung ancaman bahwa Anthropic bisa dikeluarkan dari rantai pasokan Pentagon.
Inti perdebatan terletak pada potensi penggunaan model AI Claude untuk pengawasan domestik massal. Selain itu, Pentagon juga disebut ingin membuka ruang pemanfaatan AI dalam sistem senjata otonom penuh.
Anthropic menilai dua skenario tersebut tidak pernah tercantum dalam kesepakatan awal kerja sama. Perusahaan khawatir teknologi AI dapat dipakai untuk menggabungkan data dalam skala besar hingga membentuk profil detail warga sipil.
"Ancaman ini tidak mengubah posisi kami: kami tidak dapat dengan hati nurani yang baik menyetujui permintaan mereka," ujar Amodei, dikutip dari BBC, Senin (2/3/2026).
Baca Juga: Pentagon Tolak Rilis Video Utuh Serangan Militer AS di Karibia
Dalam konteks militer, Anthropic juga meragukan kesiapan teknologi AI saat ini untuk mengoperasikan senjata sepenuhnya tanpa campur tangan manusia. Menurut perusahaan, sistem AI modern belum cukup andal dalam mengambil keputusan kritis di medan perang.
Pihak Pentagon membantah kekhawatiran tersebut dan menyatakan bahwa aturan hukum sudah membatasi penggunaan AI secara berlebihan. Pejabat pertahanan juga menekankan pentingnya kesiapan teknologi demi menghadapi persaingan global, terutama dari China.
Bahkan, pemerintah AS disebut mempertimbangkan langkah hukum seperti Defense Production Act untuk memastikan kebutuhan pertahanan terpenuhi. Ada pula ancaman pelabelan Anthropic sebagai risiko rantai pasokan, yang bisa memutus akses perusahaan ke proyek pemerintah.
Ketegangan antara Anthropic dan Pentagon sebenarnya telah berlangsung selama beberapa bulan. Perdebatan ini mencerminkan tarik-menarik antara kepentingan keamanan nasional dan batas etika pengembangan AI.
Kasus ini menjadi sorotan karena dapat menjadi preseden baru bagi industri kecerdasan buatan global. Di tengah percepatan inovasi dan rivalitas geopolitik, perusahaan AI kini dihadapkan pada dilema antara peluang bisnis dan tanggung jawab moral.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta




