Kaspersky Temukan 24 Kerentanan dalam Pembaca Biometrik Canggih

AKURAT.CO Kaspersky baru saja mengungkap 24 kerentanan pada perangkat pembaca biometrik canggih yang diproduksi oleh ZKTeco, perusahaan internasional.
Kerentanan ini membuat penjahat siber untuk melewati sistem verifikasi dengan menambahkan data palsu ke database atau menggunakan kode QR palsu. Mereka bisa mendapatkan akses ilegal, mencuri data biometrik dan bahkan memanipulasi perangkat dari jarak jauh.
Kerentanan ini ditemukan selama penelitian ahli keamanan Kaspersky terhadap perangkat ZKTeco. Semua temuan telah disampaikan kepada produsen untuk diperbaiki.
Pembaca biometrik ini digunakan di berbagai tempat seperti pabrik, kantor dan rumah sakit. Namun, kerentanan baru ini membuatnya rentan terhadap serangan.
Kaspersky telah mengelompokkan kerentanan tersebut berdasarkan patch yang dibutuhkan dan mendaftarkannya di bawah CVE (Common Vulnerabilities and Exposures) tertentu.
Salah satu kerentanan memungkinkan penyerang untuk menggunakan kode QR palsu untuk mendapatkan akses fisik ke area terlarang. Selain itu, ada juga risiko pencurian data biometrik dan penggunaan backdoor untuk mengakses perangkat dari jarak jauh.
"Semua faktor ini menggarisbawahi pentingnya menambal kerentanan ini dan mengaudit secara menyeluruh pengaturan keamanan perangkat bagi mereka yang menggunakannya di perusahaan," ungkap Georgy Kiguradze selaku Spesialis Keamanan Aplikasi Senior Kaspersky, dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Rabu (12/6/2024).
Kaspersky merekomendasikan langkah-langkah berikut untuk melindungi perangkat biometrik:
- Pisahkan perangkat biometrik ke dalam jaringan yang terisolasi.
- Gunakan kata sandi administrator yang kuat dan ubah kata sandi default.
- Audit dan perkuat pengaturan keamanan perangkat.
- Minimalkan penggunaan kode QR jika memungkinkan.
- Perbarui firmware secara rutin.
Saat ini belum ada informasi apakah patch untuk kerentanan ini sudah tersedia. Namun, mengikuti langkah-langkah tersebut dapat membantu melindungi sistem dari serangan siber yang berpotensi merusak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








