Sosok yang dikenal dengan call sign Red Wolf itu kembali ke pangkuan langit yang selama ini ia jaga.
Marsma TNI Fajar Adriyanto, perwira tinggi TNI AU dan mantan Kadispenau, mengembuskan napas terakhir usai kecelakaan saat menerbangkan pesawat latih Quicksilver GT500, Minggu pagi, 3 Agustus 2025.
Di langit, ia mengabdi. Di langit pula, ia mengakhiri pengabdiannya. Fajar bukan sekadar penerbang.
Ia adalah penjaga langit Nusantara, pendidik, dan pengemban nilai-nilai kejuangan TNI AU. Kepergiannya menyisakan duka mendalam, namun juga jejak pengabdian yang tak tergantikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 6Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 7Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 8Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot










