Profil Cheryl Darmadi, Putri Pengusaha Sawit yang Kini Dicari karena Pencucian Uang Rp78 T

AKURAT.CO Nama Cheryl Darmadi, putri pengusaha sawit terkenal Surya Darmadi, kini sedang jadi buah bibir publik. Perempuan yang dikenal aktif di dunia bisnis ini resmi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Agung karena kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan nilai fantastis hingga Rp78 triliun.
Status buronan itu diumumkan Kejagung pada Sabtu, 9 Agustus 2025, melalui akun Instagram resminya. Cheryl diduga berada di Singapura dan belum pernah memenuhi panggilan penyidik sejak ditetapkan sebagai tersangka.
Siapa Cheryl Darmadi?
Cheryl Darmadi adalah anak dari Surya Darmadi, pendiri PT Duta Palma Group, salah satu konglomerasi besar di bidang perkebunan kelapa sawit.
Meski sebelumnya jarang tersorot media, Cheryl ternyata memegang posisi penting di sejumlah perusahaan, seperti:
-
Direktur Utama PT Asset Pacific
-
Ketua Yayasan Darmex
Peran strategis di bisnis keluarga inilah yang disebut penyidik membuatnya memiliki akses besar terhadap aset yang kini diselidiki.
Baca Juga: Tiba di Gedung KPK, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis Bantah Kena OTT
Kasus Hukum yang Menjerat Cheryl
Kasus ini bermula dari vonis bersalah terhadap Surya Darmadi dalam perkara korupsi dan pencucian uang terkait usaha perkebunan sawit dan penyerobotan lahan di Indragiri Hulu, Riau. Kerugian negara ditaksir Rp4,7–Rp78,7 triliun, ditambah kerugian lingkungan mencapai Rp73,9 triliun.
Penyidik Kejagung menduga Cheryl ikut mengelola aset hasil kejahatan tersebut dalam bentuk:
-
Deposito
-
Setoran modal
-
Pembelian aset properti dan bisnis
Selain Cheryl, ada dua perusahaan yang juga menjadi tersangka baru, yaitu PT Alfa Ledo dan PT Monterado Mas. Sebelumnya, lima korporasi lain sudah lebih dulu ditetapkan tersangka, termasuk PT Panca Agro Lestari dan PT Palma Satu.
Status Buronan Internasional
Sejak akhir 2024, Kejagung mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Prin-16/F.2/Fd.2/12/2024. Namun Cheryl tidak pernah hadir dalam panggilan pemeriksaan.
Kejagung kemudian menetapkannya sebagai DPO internasional dan menggandeng Interpol serta lembaga keuangan lintas negara untuk:
-
Melacak keberadaannya
-
Memblokir rekening bank
-
Menyita aset di dalam dan luar negeri
Sejauh ini, Kejagung sudah menyita uang dan aset senilai Rp6,8 triliun yang terkait kasus ini.
Kenapa Kasus Cheryl Jadi Perhatian Publik?
Ada beberapa alasan kenapa kasus ini begitu menyedot perhatian:
-
Nilai kerugian negara yang sangat besar dan jarang terjadi di kasus lain.
-
Keterlibatan keluarga elite bisnis dalam proses hukum.
-
Operasi penegakan hukum lintas negara yang jarang dilakukan secara terbuka.
Kasus ini juga menjadi ujian bagi aparat hukum Indonesia dalam membongkar skema pencucian uang kompleks yang melibatkan perusahaan cangkang di luar negeri.
Tantangan Kejagung Menangkap Cheryl
Jaksa Agung ST Burhanuddin mengakui ada beberapa hambatan dalam pengejaran Cheryl, di antaranya:
-
Lokasi tersangka berada di negara yang belum punya perjanjian ekstradisi dengan Indonesia.
-
Pengelolaan aset melalui perantara dan perusahaan cangkang yang sulit dilacak.
Meski begitu, Kejagung menegaskan proses hukum tetap berjalan meski tersangka berada di luar negeri.
Dampak untuk Dunia Bisnis
Kasus ini tak hanya mencoreng nama keluarga Darmadi, tapi juga berpotensi:
-
Mengguncang kepercayaan investor di sektor perkebunan.
-
Mendorong transparansi bisnis, karena jadi preseden bahwa tak ada yang kebal hukum.
Bagi pelaku bisnis, kasus ini jadi pengingat pentingnya good corporate governance dan kepatuhan hukum lintas negara.
Kesimpulan:
Perjalanan Cheryl Darmadi dari pengusaha muda ke buronan internasional menunjukkan tipisnya batas antara bisnis dan jerat hukum ketika pengelolaan aset tidak transparan. Publik kini menunggu apakah Kejagung mampu membawa Cheryl pulang dan mengungkap seluruh jaringan pencucian uang yang diduga melibatkan banyak pihak.
Kalau kamu tertarik mengikuti kelanjutan kasus ini, pantau terus update terbarunya di Akurat.co!
Baca Juga: KPK Duga Satori dan Heri Gunawan Pakai Uang Korupsi CSR BI Buat Bangun Showroom hingga Rumah Makan
Baca Juga: PT ANI Sesalkan Tuduhan Manipulasi Perusahaan Tambang Milik Tommy Soeharto di Halmahera Timur
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







